Hiii, Dokter Temukan Cacing Hidup di Otak Wanita Australia

Selasa, 29 Agustus 2023 - 16:04 WIB
loading...
Hiii, Dokter Temukan...
Dokter di Australia menemukan cacing hidup di dalam otak seorang wanita. Foto/CNN
A A A
CANBERRA - Untuk pertama kalinya di dunia, para ilmuwan menemukan cacing hidup sepanjang 8 cm di dalam otak seorang wanita Australia .

Struktur seperti tali ini diambil dari lobus frontal pasien yang rusak selama operasi di Canberra tahun lalu.

Wanita tersebut menderita apa yang oleh dokter disebut sebagai "konstelasi gejala yang tidak biasa" - sakit perut, batuk dan berkeringat di malam hari, yang kemudian berkembang menjadi semakin sering lupa dan depresi.

Binatang parasit berwarna merah itu bisa saja berada di sana hingga dua bulan.

Para peneliti memperingatkan bahwa kasus ini menyoroti meningkatnya bahaya penyakit dan infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia.

“Semua orang di ruang operasi itu mendapat kejutan besar ketika (ahli bedah) mengambil beberapa tang untuk menemukan kelainan dan kelainan itu ternyata adalah cacing merah muda berukuran 8 cm yang menggeliat dan hidup,” kata Sanjaya Senanayake, dokter penyakit menular di Rumah Sakit Canberra.

Baca Juga: 38 Jam Hilang di Laut, 4 Peselancar Australia Diselamatkan di Perairan Indonesia

"Bahkan jika faktor menjijikkannya dihilangkan, ini adalah infeksi baru yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya pada manusia," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Selasa (29/8/2023).

Cacing gelang Ophidascaris robertsi umumnya ditemukan pada ular piton karpet, ular tidak berbisa yang banyak ditemukan di Australia.

Para ilmuwan mengatakan wanita tersebut kemungkinan besar tertular cacing gelang setelah mengumpulkan sejenis rumput asli, sayuran Warrigal, di samping danau dekat tempat tinggalnya.

Menulis di jurnal Emerging Infectious Diseases, Mehrab Hossain, seorang ahli parasitologi Australia, mengatakan dia mencurigai wanita tersebut menjadi "inang yang tidak disengaja" setelah menggunakan tanaman yang diambil dari makanan tersebut - yang terkontaminasi oleh kotoran ular piton dan telur parasit - untuk memasak.

Pasien tersebut dirawat di rumah sakit pada akhir Januari 2021. Hasil pemindaian kemudian menunjukkan "lesi atipikal di lobus frontal kanan otak". Penyebab kondisinya baru terungkap melalui pisau dokter bedah saat biopsi pada Juni 2022.

Dia pulih dengan baik meskipun memiliki riwayat kesehatan.

Baca Juga: Dukung Respons Indonesia, Australia Berikan Bantuan Vaksin Rabies

“Invasi otak oleh larva Ophidascaris belum pernah dilaporkan sebelumnya,” tulis Dr Hossain.

“Pertumbuhan larva tahap ketiga pada manusia sangatlah penting, mengingat penelitian eksperimental sebelumnya belum menunjukkan perkembangan larva pada hewan peliharaan, seperti domba, anjing, dan kucing,” terangnya.

Dr Senanayake – yang juga seorang profesor kedokteran di Australian National University (ANU) – mengatakan kepada BBC bahwa kasus ini merupakan sebuah peringatan.

Tim ANU melaporkan bahwa 30 jenis infeksi baru telah muncul dalam 30 tahun terakhir. Tiga perempatnya bersifat zoonosis, yaitu penyakit menular yang berpindah dari hewan ke manusia.

“Hal ini menunjukkan seiring bertambahnya populasi manusia, kita semakin mendekat dan merambah habitat hewan. Ini adalah masalah yang kita lihat berulang kali, apakah itu virus Nipah yang berpindah dari kelelawar liar ke babi peliharaan dan kemudian ke manusia, apakah itu virus corona seperti Sars atau Mers yang berpindah dari kelelawar ke hewan sekunder dan kemudian ke manusia," tuturnya.

“Meskipun Covid-19 kini perlahan mereda, sangat penting bagi para ahli epidemiologi dan pemerintah untuk memastikan adanya pengawasan penyakit menular yang baik,” tukasnya.

Baca Juga: Pelaut Australia dan Anjingnya 2 Bulan Terombang-ambing di Samudra Pasifik
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved