Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara

Jum'at, 12 Juni 2026 - 15:41 WIB
loading...
Inggris, Australia,...
Ratusan demonstran mengibarkan bendera Palestina dan memegang spanduk yang menyerukan boikot terhadap Israel selama unjuk rasa yang diselenggarakan kolektif EuroPalestine di Paris, Prancis pada 27 September 2025. Foto/Ümit Dönmez/Anadolu Agency
A A A
LONDON - Inggris, Australia, dan Kanada mengumumkan pembentukan Dana Perdamaian Internasional baru yang bertujuan mendukung upaya menuju solusi dua negara antara Palestina dan Israel. Kabar itu diungkap Anadolu Agency.

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara tersebut mengatakan dana multi-donor ini akan mendukung proyek-proyek yang dirancang untuk memajukan kondisi bagi solusi dua negara yang dinegosiasikan.

Pemerintah tiga negara itu mengatakan inisiatif ini akan melengkapi upaya diplomatik, kemanusiaan, dan pembangunan yang sedang berlangsung dengan mendukung organisasi yang bekerja untuk mempromosikan pembangunan perdamaian dan saling pengertian.

Ketiga negara tersebut menegaskan kembali komitmen mereka terhadap solusi dua negara yang dinegosiasikan. Mereka menggambarkannya sebagai satu-satunya jalan yang layak menuju perdamaian abadi.

Inggris, Australia, dan Kanada masing-masing akan memberikan pendanaan awal setara dengan 1 juta poundsterling (USD1,3 juta) selama tiga tahun. Dana ini juga akan terbuka untuk kontribusi dari mitra internasional lainnya.

Baca juga: Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
Perang Meluas! Militer...
Perang Meluas! Militer Ukraina Serang 2 Kapal Iran di Laut Kaspia, 1 Orang Tewas
Trump Murka Google Didenda...
Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!
Rekomendasi
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri Juara China Open 2026
Guru Besar Ilmu Hukum...
Guru Besar Ilmu Hukum Tolak Ide Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
Ada Dua Alat Bukti,...
Ada Dua Alat Bukti, Pelaku Korupsi Bisa Ditetapkan Tersangka Meski Belum Diperiksa
Berita Terkini
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Infografis
Negara NATO yang Tolak...
Negara NATO yang Tolak Seruan Inggris untuk Bersiap Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved