Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:08 WIB
loading...
Rusia Sebut Tetangga...
Sistem rudal Typhon dapat menembakkan rudal Tomahawk AS yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Rusia sebut Australia bisa menjadi markas senjata nuklir AS. Foto/US Army
A A A
JAKARTA - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoigu telah memperingatkan bahwa negara tetangga Indonesia, Australia, dapat menjadi tuan rumah senjata nuklir Amerika Serikat (AS) suatu saat nanti.

Menurutnya, Washington juga mengincar Jepang dan Korea Selatan sebagai opsi penempatan senjata pemusnah massal tersebut. Peringatan ini disampaikan dalam pertemuan Rusia-ASEAN pada hari Rabu.

Baca Juga: Gawat, Konflik AS dan China atas Taiwan Berisiko Memicu Eskalasi Nuklir

Militer AS dapat mengerahkan sistem rudal Typhon di Jepang barat daya untuk latihan gabungan Valiant Shield dan Orient Shield paling cepat bulan depan. Sistem rudal ini dirancang khusus untuk menembakkan rudal Tomahawk yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Kedutaan Besar Jepang di Moskow menyatakan bahwa sistem Typhon akan disimpan di pangkalan AS di Jepang setelah latihan tersebut, dan mengeklaim bahwa hal ini tidak sama dengan penempatan permanen.

"Jepang dan Republik Korea sedang bersiap untuk menampung senjata nuklir Amerika di wilayah mereka," kata Shoigu dalam forum tersebut, yang dilansir Russia Today, Kamis (28/5/2026).

"Senjata semacam itu juga dapat berakhir di wilayah Australia karena partisipasinya dalam kemitraan AUKUS," ujarnya.

Canberra bergabung dengan pakta keamanan AUKUS bersama AS dan Inggris pada tahun 2021. Berdasarkan kesepakatan tersebut, AS setuju untuk menyediakan Angkatan Laut Australia dengan teknologi nuklir yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mengoperasikan kapal selam kelas Virginia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved