Junta Niger Usir Dubes Prancis, Beri Waktu 48 Jam

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 07:06 WIB
loading...
Junta Niger Usir Dubes...
Junta militer Niger mengusir Dubes Prancis dan memberinya waktu 48 jam untuk meninggalkan negara itu. Foto/CNBC
A A A
NIAMEY - Junta Niger , yang merebut kekuasaan pada 26 Juli lalu, mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan duta besar Prancis Sylvain Itte untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam. Itu dilakukan seiring memburuknya hubungan antara negara Afrika Barat itu dengan bekas kolonialnya.

Seperti kudeta baru-baru ini di negara tetangga Burkina Faso dan Mali, pengambilalihan kekuasaan oleh militer di Niger terjadi di tengah meningkatnya gelombang sentimen anti-Prancis, dengan beberapa penduduk setempat menuduh negara Eropa tersebut mencampuri urusan mereka.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri yang ditunjuk junta mengatakan keputusan mengusir duta besar tersebut merupakan respons terhadap tindakan yang diambil pemerintah Prancis yang bertentangan dengan kepentingan Niger.

Baca Juga: Tensi Memanas, Niger Minta Bantuan Mali dan Burkina Faso Jika Diserang

Dikatakan bahwa hal ini termasuk penolakan utusan tersebut untuk menanggapi undangan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Niger yang baru seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (26/8/2023).

Kementerian Luar Negeri Perancis tidak segera membalas permintaan komentar.

Prancis telah menyerukan agar Presiden Mohamed Bazoum kembali menjabat setelah penggulingannya dan menyatakan akan mendukung upaya blok regional Afrika Barat ECOWAS untuk membatalkan kudeta.

Baca Juga: Buntut Kudeta Militer, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Niger

Prancis juga belum secara resmi mengakui keputusan junta pada awal Agustus yang mencabut sejumlah perjanjian militer dengan negara itu, dan mengatakan bahwa perjanjian tersebut telah ditandatangani dengan “otoritas sah” Niger.

Memburuknya hubungan Niger-Prancis serupa dengan perkembangan pasca kudeta di Mali dan Burkina Faso, yang telah mengusir pasukan Prancis dan memutuskan hubungan yang telah lama terjalin.

Niger memiliki kepentingan strategis sebagai salah satu produsen uranium terbesar di dunia dan sebagai basis bagi pasukan Prancis, AS, dan negara asing lainnya yang membantu memerangi kelompok militan Islam di wilayah tersebut.

Baca Juga: Aljazair Tolak Wilayah Udaranya Digunakan Prancis Buat Operasi Militer di Niger
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Prancis Larang Masuk...
Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Trump: Saya Terganggu...
Trump: Saya Terganggu dengan Netanyahu!
Rekomendasi
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved