Aljazair Tolak Wilayah Udaranya Digunakan Prancis Buat Operasi Militer di Niger
Rabu, 23 Agustus 2023 - 02:25 WIB
loading...
Aljazair tolak permintaan Prancis untuk menggunakan wilayah udaranya buat operasi militer di Niger. Foto/Ilustrasi
A
A
A
ALJIR - Aljazair menolak permintaan Prancis untuk terbang di atas wilayah udaranya untuk operasi militer di Niger , di mana Presiden Mohamed Bazoum digulingkan dalam kudeta militer pada akhir Juli lalu. Begitu laporan beberapa media, mengutip radio negara di negara Afrika Utara tersebut.
Radio nasional Aljazair dilaporkan mengatakan pada Senin malam bahwa mereka mengetahui dari sumber bahwa Paris merencanakan serangan terhadap penguasa militer baru Niamey jika mereka tidak membebaskan Bazoum, yang ditahan sejak 26 Juli.
“Menghadapi penolakan Aljazair, Prancis beralih ke Maroko, meminta izin untuk mengizinkan pesawat militernya melewati wilayah udaranya,” kata radio pemerintah, menurut Nova News Agency, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (23/8/2023).
Baca Juga: Turki Komentari Kemungkinan Intervensi Militer Asing di Niger
Prancis, yang memiliki sekitar 1.500 tentara di bekas koloninya itu, dan telah melakukan operasi di wilayah Sahel melawan pemberontakan teroris, telah dituduh oleh pemimpin kudeta Niger berencana melakukan intervensi militer guna memulihkan kekuasaan presiden yang digulingkan tersebut.
Radio nasional Aljazair dilaporkan mengatakan pada Senin malam bahwa mereka mengetahui dari sumber bahwa Paris merencanakan serangan terhadap penguasa militer baru Niamey jika mereka tidak membebaskan Bazoum, yang ditahan sejak 26 Juli.
“Menghadapi penolakan Aljazair, Prancis beralih ke Maroko, meminta izin untuk mengizinkan pesawat militernya melewati wilayah udaranya,” kata radio pemerintah, menurut Nova News Agency, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (23/8/2023).
Baca Juga: Turki Komentari Kemungkinan Intervensi Militer Asing di Niger
Prancis, yang memiliki sekitar 1.500 tentara di bekas koloninya itu, dan telah melakukan operasi di wilayah Sahel melawan pemberontakan teroris, telah dituduh oleh pemimpin kudeta Niger berencana melakukan intervensi militer guna memulihkan kekuasaan presiden yang digulingkan tersebut.
Lihat Juga :