Pemerintah Jerman Ajukan RUU Legalisasi Ganja

Rabu, 16 Agustus 2023 - 21:19 WIB
loading...
Pemerintah Jerman Ajukan...
Pemerintah Jerman ajukan RUU legalisasi ganja. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Menteri Kesehatan Jerman , Karl Lauterbach, mengungkapkan bahwa rancangan undang-undang kontroversial untuk melegalkan penggunaan ganja obat untuk rekreasi telah disetujui oleh kabinet.

Lauterbach menyebut rancangan undang-undang itu sebagai titik balik menyusul kebijakan tentang ganja yang sayangnya gagal.

Namun, dia menekankan bahwa penggunaan obat itu bukan tanpa risiko.

"Tidak boleh ada yang salah memahami hukum. Konsumsi ganja akan dilegalkan, tapi tetap berbahaya," katanya dalam pernyataan bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian seperti dikutip dari DW, Rabu (16/8/2023).

Dia mengatakan tujuannya adalah untuk membatasi pasar gelap dan kriminalitas terkait narkoba, perdagangan zat tercemar atau beracun serta jumlah konsumen.

"Perlindungan anak-anak dan remaja adalah elemen sentral dari keseluruhan proyek legislatif," bunyi pernyataan bersama itu, merujuk pada kampanye informasi remaja "Legal, tapi ..." yang akan diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Jerman.

Menteri Pertanian Jerman, Cem Ozdemir, menyebut rancangan undang-undang itu sebagai langkah signifikan menuju kebijakan narkoba berbasis realitas yang progresif.



Dia mengatakan undang-undang yang terlambat akan berfungsi untuk mendekriminalisasi banyak orang yang menggunakan ganja semata-mata untuk tujuan pribadi, serta meningkatkan perlindungan anak-anak dan remaja.

Rancangan undang-undang tersebut akan melegalkan orang yang berusia di atas 18 tahun untuk memiliki hingga 25 gram ganja dan menanam hingga tiga tanaman untuk penggunaan pribadi.

RUU ini juga menetapkan bahwa obat tersebut dapat tersedia melalui apa yang disebut klub ganja.

Namun, berdasarkan RUU itu juga, tidak ada produk ganja yang diizinkan untuk digunakan di dalam klub itu sendiri atau dalam radius 250 meter.

Menjelang pembukaan RUU, beberapa anggota parlemen telah menyatakan keberatan mereka tentang undang-undang yang diusulkan.

Diantaranya adalah menteri dalam negeri kota-negara bagian Hamburg, Andy Grote, yang tergabung dalam Partai Sosial Demokrat (SPD), partai Kanselir Olaf Scholz.

"Jika ada sesuatu yang tidak kami butuhkan, maka itu adalah undang-undang ini," kata Grote kepada media Jerman NDR.

"Pengalaman dari negara lain menunjukkan bahwa legalisasi menyebabkan peningkatan besar dalam konsumsi, dengan segala risiko dan efek sampingnya," imbuhnya.



Grote juga meragukan apakah legalisasi penggunaan ganja rekreasi akan menyebabkan pengurangan perdagangan pasar gelap seperti yang sering diklaim oleh para pendukung langkah tersebut.

"Dikhawatirkan ganja ilegal akan banyak diminati karena potensinya yang lebih tinggi dan harga yang lebih murah serta pasar gelap dan pasar legal akan bercampur menjadi satu," ujarnya.

Grote juga mengatakan peraturan penggunaan ganja akan membutuhkan birokrasi pengawasan ganja yang komprehensif untuk memastikan bahwa semua ketentuannya ditegakkan.

Anggota parlemen konservatif dari beberapa negara bagian juga menentang usulan undang-undang itu.

Menteri Dalam Negeri negara bagian timur Saxony, Armin Schuster, dari partai oposisi Demokrat Kristen (CDU), mengatakan kepada ruang redaksi redaktionsnetzwerk Deutschland bahwa undang-undang ini akan menyebabkan hilangnya kendali sepenuhnya.

Schuster juga menuding pemerintah berpotensi merusak kesehatan psikologis anak-anak dan remaja khususnya.

RUU tersebut akan diperdebatkan oleh majelis rendah parlemen Jerman, Bundestag, setelah reses musim panas dan kemungkinan akan mengalami sejumlah perubahan dalam prosesnya.

Majelis tinggi parlemen Jerman, Bundesrat, juga akan membahas RUU tersebut, meskipun persetujuannya tidak diperlukan untuk meloloskan undang-undang tersebut, menurut Kementerian Kesehatan.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ikuti Langkah AS, Jerman...
Ikuti Langkah AS, Jerman Terapkan Kebijakan Anti-Islam dengan Mendeportasi Aktivis Pro-Palestina
3 Tanda Kehancuran NATO...
3 Tanda Kehancuran NATO di Depan Mata, Salah Satunya Potensi Penarikan Diri Anggota Kunci
Benarkah Trump Bisa...
Benarkah Trump Bisa Lumpuhkan Seluruh Jet Tempur Siluman F-35 Eropa Hanya dengan Pencet Tombol?
Jerman Ogah Memiliki...
Jerman Ogah Memiliki Senjata Nuklir, Pilih Andalkan Prancis dan Inggris
Marah, Donald Trump...
Marah, Donald Trump Pertimbangkan Tarik 35.000 Tentara AS dari Jerman
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Ukraina
Calon Kuat Presiden...
Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir
Negaranya Dilanda Gempa...
Negaranya Dilanda Gempa Tewaskan 3.100 Orang Lebih, Pemimpin Myanmar Kunjungan Luar Negeri
Rekomendasi
Rumah Tangga Kanye West...
Rumah Tangga Kanye West dan Bianca Censori Dikabarkan Retak, di Ambang Perceraian
Mantan Penerjun Payung...
Mantan Penerjun Payung Milier Siap Ukir Sejarah di Arena Tinju Bare Knuckle
Tom Holland Umumkan...
Tom Holland Umumkan Judul Resmi Spider-Man 4, Brand New Day Siap Tayang 2026
Berita Terkini
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
1 jam yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
2 jam yang lalu
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
3 jam yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
4 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
5 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
6 jam yang lalu
Infografis
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Dipasok ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved