Hadiri Parade Senjata Korut, Komitmen China atas Resolusi DK PBB Dipertanyakan

Senin, 07 Agustus 2023 - 11:08 WIB
loading...
Hadiri Parade Senjata...
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan anggota Politbiro Partai Komunis China Li Hongzhong berdiri bersama Pemimpin Korut Kim Jong-un menghadiri parade militer di Pyongyang. Foto/KCNA via REUTERS
A A A
SEOUL - China berulang kali mengatakan bahwa mereka mematuhi rentetan sanksi terhadap Korea Utara (Korut) di bawah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Tetapi Beijing tanpa ragu mengirim delegasi yang dipimpin anggota Politbiro Partai Komunis China (PKC) Li Hongzhong ke Pyongyang untuk menghadiri parade yang menampilkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 dan Hwasong-18. Kedua rudal itu dilarang di bawah sanksi PBB.

“Dalam mengimplementasikan resolusi Dewan Keamanan PBB, China selalu memenuhi kewajiban internasionalnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning sebelumnya. Namun, partisipasi delegasi China dalam parade "Hari Kemenangan" Korea Utara yang memamerkan rudal nuklir telah mengejutkan komunitas internasional.

Kehadiran delegasi Beijing tersebut dipandang sebagai dukungan China—salah satu anggota tetap DK PBB—terhadap Korea Utara, di saat Pyongyang telah membelanjakan uangnya dalam program senjata yang melanggar hukum.

Baca Juga: Menhan Rusia dan Pejabat China Hadiri Parade Militer Korea Utara

Parade "Hari Kemenangan" telah digelar di Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang, pada 27 Juli lalu.

Selain itu, pertunjukan kekuatan militer oleh Korea Utara terjadi di saat Semenanjung Korea berada di tengah-tengah ketegangan yang meningkat. Tahun ini saja, Korea Utara telah melakukan beberapa uji coba senjata, termasuk ICBM Hwasong-18.

Rudal berkemampuan nuklir dilarang di bawah resolusi DK PBB, yang telah diadopsi dengan dukungan China dan Rusia.

Mengutip laporan AP, Senin (7/8/2023), DK PBB telah menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara setelah negara terisolasi tersebut melakukan ledakan uji coba nuklir pertamanya di tahun 2006. Sejak itu, selama bertahun-tahun, DK PBB mengeluarkan 10 sanksi terhadap Korea Utara, yang semuanya mendapat dukungan dari China dan Rusia.

Setelah perang Ukraina pecah tahun lalu, China dan Rusia telah dituduh oleh Amerika Serikat dan para sekutu Barat-nya sebagai dua negara yang melindungi Korea Utara dari tindakan DK PBB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved