Penutupan Konsul Houston Tanda Pergeseran Hubungan AS-China ke Arah Konfrontasi

Senin, 27 Juli 2020 - 06:00 WIB
loading...
Penutupan Konsul Houston...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Sejumlah pengamat memperingatkan bahwa penutupan konsul Houston bisa menjadi tanda pergeseran hubungan Amerika Serikat (AS) dan China ke arah konfrontasi. AS memerintahkan penutupan konsul Houston pada akhir Juli.

Perselisihan diplomatik terbaru terjadi di tengah-tengah memburuknya hubungan AS-China terkait dengan gesekan perdagangan yang sedang berlangsung, pandemi Covid-19 dan pengumuman AS bahwa mereka menganggap klaim Beijing di Laut China Selatan sebagai langkah sepihak.

Adam Ni, direktur Pusat Kebijakan China yang berbasis di Ottawa, Kanada mengatakan bahwa China kemungkinan akan menggunakan "respons simetris" terhadap langkah terbaru yang diambil Gedung Putih.

(Baca: Otoritas AS Paksa Masuk ke Konjen China di Houston, Beijing Kesal )

"Beijing kemungkinan akan membalas dengan memerintahkan penutupan salah satu konsulat AS di China. Beijing dan Washington terkunci dalam mengintensifkan persaingan strategis serta memburuknya hubungan terburuk dalam beberapa dekade," ucapnya, seperti dilansir Sputnik.

Namun, Stephen Nagy, seorang profesor senior di Universitas Kristen Internasional di Tokyo dan seorang rekan di Lembaga Urusan Global Kanada (CGAI), menyebut karena Beijing biasanya tidak ingin meningkatkan ketegangan, pembalasan China kemungkinan akan terbatas pada penargetan konsulat AS tunggal di kota lapis kedua atau, mungkin di salah satu kota lapis pertama.

Kedua pengamat percaya bahwa dunia dapat mengharapkan eskalasi lebih lanjut di hari-hari dan minggu-minggu mendatang, terutama ketika mendekati hari-hari pemilihan presiden AS November mendatang.

"Ini berarti tekanan di semua lini, termasuk daerah yang paling sensitif seperti Hong Kong, Xinjiang, dan Taiwan," ujar Nagy, menunjukkan bahwa hubungan bilateral AS-China akan terus memburuk dalam beberapa bulan mendatang dan bahkan bertahun-tahun.

(Baca: Dukung AS, Australia Tolak Klaim China atas Laut China Selatan )

"Yang mendasari semua ini adalah persaingan strategis dan pergantian tajam kebijakan AS menuju konfrontasi," Adam Ni memperingatkan.

Tom Luongo, analis geopolitik di AS mengatakan, tidak mengherankan bahwa Washington dan Beijing mencapai titik ini secepat ini, mengingat bahwa penasihat utama Trump, yang tampaknya ia percayai, semuanya adalah anti-China dan bahwa pemilihan presiden akan berlangsung dalam waktu kurang dari 100 hari.

"Setelah mengesampingkan kemungkinan bentrokan militer langsung antara AS dan Cina, Trump tampaknya bersedia untuk mendorong aspek-aspek diplomatik dan ekonomi perang hibrida ke batas mereka sementara hanya mengancam konfrontasi fisik. Saya pikir Trump dan para penasehatnya semua percaya bahwa memberikan tekanan ekonomi yang kuat pada China akan lebih menyakiti mereka daripada menyakiti AS dan bahwa ini pada akhirnya akan mengendalikan mereka," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
Calon Kuat Presiden...
Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir
Parah! Tarif Trump Bikin...
Parah! Tarif Trump Bikin Harta Orang-Orang Paling Tajir Dunia Susut Rp3.400 Triliun dalam 24 Jam
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Preman...
Sinopsis Sinetron Preman Pensiun 9 Eps 35: Saatnya Perang Dimulai Kembali
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
Salam Perpisahan Slamet...
Salam Perpisahan Slamet Rahardjo untuk Ray Sahetapy: Pulang ke Tempat Tuhan
Berita Terkini
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
23 menit yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
1 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
2 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
3 jam yang lalu
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
4 jam yang lalu
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
5 jam yang lalu
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved