4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot

Jum'at, 04 April 2025 - 14:08 WIB
loading...
4 Bulan setelah Deklarasikan...
Yoon Suk-yeol dicopot dari kursi kepresidenan setelah dimakzulkan. Foto/X/@koreanforeigner
A A A
SEOUL - Pengadilan tertinggi Korea Selatan telah mencopot Presiden Yoon Suk-yeol dari jabatannya, mengakhiri ketidakpastian dan pertikaian hukum selama berbulan-bulan setelah ia sempat mengumumkan darurat militer pada bulan Desember dan menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan politik.

Keputusan pengadilan pada hari Jumat menandai pemecatan resmi Yoon dari jabatan presiden setelah parlemen memilih untuk memakzulkannya pada bulan Desember. Pemecatannya berlaku segera, yang berarti ia sekarang harus meninggalkan kediaman presiden, dan akan memicu pemilihan untuk menggantikannya.

Krisis yang berlangsung lama di Korea Selatan telah membuat ekonomi global utama dan sekutu utama AS itu kehilangan arah di saat yang menegangkan dalam urusan dunia, terutama karena agenda "America First" Presiden AS Donald Trump menjungkirbalikkan norma kebijakan luar negeri selama puluhan tahun dan membongkar sistem perdagangan global.

Delapan hakim Mahkamah Konstitusi dengan suara bulat memutuskan untuk menegakkan pemakzulan Yoon dalam teguran pedas – merujuk pada malam darurat militer yang kacau ketika ia mengirim pasukan ke parlemen dan memerintahkan tentara untuk "menyeret keluar" anggota parlemen yang berjuang masuk untuk memblokir dekrit tersebut.

Presiden telah melanggar proses formal untuk mendeklarasikan darurat militer, melanggar hak-hak anggota parlemen dan melanggar tugasnya sebagai kepala angkatan bersenjata dalam "pengkhianatan besar terhadap kepercayaan rakyat," kata penjabat kepala hakim pengadilan Moon Hyung-bae.

Keputusan darurat militer tersebut tidak konstitusional karena tidak ada krisis nasional yang serius pada saat itu dan alasan Yoon untuk menyatakannya "tidak dapat dibenarkan," imbuh Moon.

Baca Juga: Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?

Dalam persidangan pidana terpisah, Yoon ditangkap pada bulan Januari atas tuduhan memimpin pemberontakan, kemudian dibebaskan pada bulan Maret setelah pengadilan membatalkan surat perintah penangkapannya – meskipun tidak mencabut dakwaannya.

Yoon berterima kasih kepada para pendukungnya, dengan mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan untuk menjabat sebagai pemimpin dan bahwa ia "menyesal karena tidak dapat memenuhi harapan Anda," menyusul putusan hari Jumat, yang disambut dengan reaksi beragam di seluruh ibu kota Korea Selatan.

Para penentang Yoon meledak dalam perayaan dan kegembiraan di luar pengadilan, melambaikan bendera dan menari mengikuti musik. Banyak yang takut bahwa jika ia diangkat kembali, ia dapat menyatakan darurat militer lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Kehebatan Drone Warmate...
Kehebatan Drone Warmate yang Dilirik Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved