Junta Myanmar Izinkan Pendukungnya Miliki Senjata Api

Selasa, 06 Juni 2023 - 05:30 WIB
loading...
Junta Myanmar Izinkan...
Junta Myanmar Izinkan Pendukungnya Miliki Senjata Api. FOTO/Reuters
A A A
SINGAPURA - Kebijakan baru kepemilikan senjata api di Myanmar , yang memungkinkan warga sipil mengangkat senjata, dinilai berisiko memperburuk konflik di negara itu. Junta militer mengizinkan pendukungnya untuk angkat senjata.

Langkah tersebut dapat memperkuat kelompok pro-junta dan pertumpahan darah lebih lanjut dapat menghambat upaya bantuan yang sangat dibutuhkan setelah Topan Mocha menghantam Myanmar barat pada 14 Mei.

Baca juga: Para Pemimpin ASEAN Mendesak Diakhirinya Kekerasan di Myanmar

Perubahan terbaru pada undang-undang senjata bulan lalu terjadi ketika militer Myanmar menghadapi tekanan yang semakin besar untuk membasmi oposisi di berbagai medan pertempuran. Pengamat mengatakan, langkah itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya tembak para pendukung junta, yang takut diserang.

Para ahli mengatakan undang-undang senjata yang baru adalah tanda bahwa junta berada di bawah tekanan untuk mempertahankan kekuasaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved