AS Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir B-1B ke Jepang, Pertama Kali sejak Perang Vietnam

Minggu, 20 April 2025 - 15:06 WIB
loading...
AS Kerahkan Pesawat...
AS kerahkan pesawat pengebom nuklir B-1B ke Jepang untuk pertama kalinya sejak Perang Vietnam. Foto/US Air Force
A A A
TOKYO - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan pesawat pengebom B-1B Lancer berkemampuan nuklir ke Jepang untuk pertama kalinya sejak Perang Vietnam.

Pesawat ini, bagian dari apa yang disebut Angkatan Udara sebagai misi Satuan Tugas Pengebom, tiba di Pangkalan Udara Misawa sejak 15 April 2025.

Pesawat pengebom jarak jauh ini milik Skuadron Bom Ekspedisi (EBS) ke-9 dan berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas. Langkah ini menandakan peningkatan signifikan dalam operasi pesawat pengebom jarak jauh Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Sebelum mendarat di Jepang, pesawat B-1B melakukan latihan gabungan dengan pesawat tempur Angkatan Udara Republik Korea (Korea Selatan). Misi ini mencakup penerbangan di atas Semenanjung Korea bagian barat dan Pangkalan Udara Osan.

Baca Juga: Spesifikasi Tupolev Tu-95, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia yang Disebut Akan Dikerahkan ke Indonesia

Letnan Kolonel Christopher Travelstead, Direktur Operasional di EBS ke-9, menyatakan bahwa misi Gugus Tugas Pengebom ini menunjukkan komitmen AS untuk mencegah ancaman dan menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

“Misi-misi di Indo-Pasifik ini memastikan awak B-1 kami sangat terlatih dan siap untuk merespons kapan saja, di mana saja, untuk membela kepentingan AS dan mendukung sekutu kami, mengamankan Indo-Pasifik yang stabil, tempat semua negara beroperasi dengan bebas di bawah tatanan berbasis aturan sambil mempromosikan perdamaian dan kemakmuran global,” kata Travelstead, seperti dikutip EurAsian Times, Minggu (20/4/2025).

Ini menandai pertama kalinya pesawat pengebom B-1B ditempatkan di Jepang di bawah konsep Gugus Tugas Pengebom. Penampakan sebelumnya hanya singkat.

Pada Februari 2025, pesawat pengebom B-1 mengisi bahan bakar di Misawa selama misi ke Guam. Metode pengisian bahan bakar ini, yang dikenal sebagai "hot-pitting", melibatkan pengisian bahan bakar dengan mesin menyala, yang mempercepat proses dan menjaga kesiapan pesawat.

Teknik ini membantu meningkatkan laju pesawat untuk menjalankan misi dengan memungkinkan pengisian bahan bakar, persenjataan, dan pergantian awak yang cepat, sehingga pesawat tempur dapat kembali beraksi lebih cepat.

Mematikan pesawat meningkatkan potensi kegagalan fungsi peralatan selama memulai ulang. Oleh karena itu, untuk pesawat yang kompleks, menjaga mesin tetap menyala memastikan sistem tetap aktif dan mengurangi kemungkinan masalah teknis, sehingga mempertahankan status pesawat siap misi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat dan Rekan Artis
Berita Terkini
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Infografis
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52H Amerika Gertak Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved