5 Alasan Presiden Erdogan Sebut Masjid Al Aqsa sebagai Garis Merah bagi Turki

Minggu, 20 April 2025 - 14:05 WIB
loading...
5 Alasan Presiden Erdogan...
Presiden Turki Erdogan sebut Masjid Al Aqsa adalah garis merah bagi Turki. Foto/X/@visegrad24
A A A
GAZA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras tindakan Israel di Haram al Sharif, dengan menegaskan kembali bahwa Masjid Al Aqsa dan kompleks di sekitarnya hanya milik umat Islam dan harus tetap utuh.

"Haram al Sharif, yang meliputi Masjid Al Aqsa dan Qubbet al Sakhra (Kubah Batu), adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan, dengan luas 144 hektar, hanya milik umat Islam," kata Erdogan dalam pidatonya di Yeditepe Biennial Internasional ke-3 di Istanbul pada hari Jumat.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun merusak ini."

Ia menyatakan bahwa Al Aqsa adalah "garis merah" bagi Turki, dan menekankan bahwa hal itu akan tetap demikian selamanya. Erdogan meminta Israel untuk segera menghentikan semua provokasi, penggerebekan, dan tindakan yang mengancam kesucian dan persatuan tempat suci tersebut.

5 Alasan Presiden Erdogan Sebut Masjid Al Aqsa sebagai Garis Merah bagi Turki

1. Turki Tidak Akan Tinggal Diam

"Turki tidak pernah tinggal diam dalam menghadapi penindasan dan pelanggaran hukum di wilayah kami. Kami tidak akan tinggal diam sekarang," tambahnya, menegaskan dukungan berkelanjutan untuk hak-hak Palestina dan pembelaan terhadap tempat-tempat suci Islam.

"Mempertahankan Palestina berarti membela kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian"

Sebelumnya pada hari itu, Erdogan menyampaikan kecaman lain atas perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza, menyebut kebungkaman global atas kekejaman tersebut sebagai "keruntuhan moral" dan menegaskan kembali dukungan Turki yang tak tergoyahkan bagi rakyat Palestina.

"Mempertahankan perjuangan Palestina bukan hanya tentang berdiri bersama rakyat yang tertindas," kata Erdogan pada hari Jumat selama pertemuan sekelompok parlemen yang mendukung Palestina di Istanbul, Turki.

"Ini tentang membela kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan," katanya.

Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 51.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
Presiden Turki Sebut...
Presiden Turki Sebut Israel Organisasi Teroris Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved