Pengadilan Nazi Terakhir, Penjaga Kamp Konsentrasi Dibui 2 Tahun

Kamis, 23 Juli 2020 - 23:39 WIB
loading...
A A A
"Ini tidak memuaskan dan terlambat," kata Christoph Heubner dari Komite Auschwitz Internasional kepada New York Times.

"Apa yang sangat mengecewakan bagi para korban adalah bahwa terdakwa ini gagal menggunakan tahun-tahun sesudah perang dalam hidupnya untuk merenungkan apa yang dia lihat dan dengar," ia menambahkan.

Pengadilan Dey, seperti yang lainnya dalam dua dekade terakhir, dianggap sebagai salah satu pengadilan terakhir mantan Nazi. Kantor kejaksaan khusus sedang menyelidiki lebih dari selusin kejahatan era Nazi, dan minggu lalu, seorang mantan penjaga berusia 95 tahun di Stutthof didakwa dengan kejahatan serupa.(Baca: Tak Hanya Teroris, Kelompok Neo Nazi Juga Jadikan Virus Corona "Senjata" )

Persidangan Dey memperpanjang preseden yang ditetapkan dalam kasus 2011 mantan pekerja di Ohio John Demjanjuk yang dihukum dengan dakwaan tambahan untuk membunuh dengan tuduhan bahwa ia adalah seorang penjaga di kamp kematian Sobibor.

Pengadilan Jerman sebelumnya meminta bukti bahwa seorang mantan penjaga ikut serta dalam pembunuhan tertentu, tetapi jaksa berhasil berargumentasi dalam persidangan Demjanjuk bahwa menjaga sebuah kamp yang satu-satunya tujuannya adalah pembunuhan sudah cukup untuk hukuman tambahan.(Baca: Berkhianat, Tentara AS Ini Berencana Habisi Unitnya Sendiri )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved