Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Senin, 06 Juli 2026 - 11:43 WIB
loading...
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan bunuh Trump menggema di antara para pelayat dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayataollah Ali Khamenei di Teheran. Foto/NDTV
A A A
TEHERAN - Seruan untuk membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menggema dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di kompleks Mosalla Agung Imam Khomeini yang penuh sesak di Teheran.

Para pemimpin politik dan militer Iran juga muncul kembali di depan umum untuk menghadiri acara duka tersebut.

Baca Juga: Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak

Setelah lebih dari empat bulan tertunda karena kekacauan perang di Timur Tengah, Iran telah menyelenggarakan prosesi pemakaman massal selama seminggu untuk Khamenei dan empat anggota keluarganya yang ikut meninggal pada hari pertama agresi gabungan AS dan Israel 28 Februari.

Salat jenazah menciptakan tontonan politik yang memadukan kesedihan dengan seruan untuk balas dendam. Ratusan ribu orang tetap berada di masjid semalaman atau tiba jauh sebelum subuh untuk berpartisipasi dalam pembacaan doa pada pukul 08.00 pagi.

Sambil memegang bendera tiga warna Iran dan bendera merah yang melambangkan pembalasan, bersama dengan foto pemimpin tertinggi berusia 86 tahun itu, orang-orang meneriakkan, "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel", saat mereka menyerukan pembalasan.

Seruan "Bunuh Trump"


Poster dan grafiti di Mosalla Agung Imam Khomeini bahkan menyerukan pembunuhan Trump dan Netanyahu, dengan slogan-slogan serupa yang menggema di antara kerumunan.

"Mulai sekarang kain kafan adalah pakaian kita. Aku bersumpah demi darahmu; pembunuhan Trump adalah tanggung jawab kita," kata Mohammad Rasouli, seorang penyair yang memandu acara sebelum salat jenazah, kepada kerumunan melalui pengeras suara, seperti dikutip dari NDTV, Senin (6/7/2026).

"Mengapa orang paling bejat di dunia masih hidup? Dunia bukan lagi tempat yang baik untuk Trump. Mengapa kita tidak membunuh orang yang membunuh imam kita? Akan menjadi aib jika kita tidak melakukannya," imbuh dia yang disambut sorak sorai kerumunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
Susunan Pemain Indonesia...
Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Starter
Berita Terkini
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved