Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO

Senin, 06 Juli 2026 - 13:58 WIB
loading...
Kapal Pesiar Supermewah...
Kosatka, kapal pesiar supermewah yang diduga milik Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/Anti-Corruption Foundation
A A A
MOSKOW - Kapal pesiar supermewah Kosatka, yang diduga milik Presiden Rusia Vladimir Putin, terdeteksi meninggalkan Laut Baltik pekan lalu dan berlayar ke utara sepanjang pantai Norwegia. Kapal itu dikawal kapal perang Severomorsk dan kapal patroli khusus Voevoda, yang semuanya kemungkinan tiba pada Sabtu lalu.

Kapal pesiar tersebut telah absen dari sistem pelacakan publik sejak Agustus 2022. Pada 29 Juni, Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) diaktifkan, menunjukkan kapal tersebut sedang berlayar di Skagerrak, utara Denmark. Pada saat itu, tujuan selanjutnya yang tercantum adalah Istanbul, menurut MarineTraffic, dan kapal tersebut muncul dengan nama Graceful.

Baca Juga: Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina

Kapal pesiar itu berganti nama menjadi Kosatka setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadapnya pada tahun 2022. Kosatka adalah kata dalam bahasa Rusia untuk paus pembunuh (orca).

Namun, begitu berada di Laut Utara, kapal pesiar supermewah itu mengubah haluan dan menuju ke utara, melanjutkan perjalanan di sepanjang pantai Norwegia, menurut laporan The Telegraph. Surat kabar itu melaporkan bahwa Kosatka dan kapal perang pengawalnya kelompok kapal Rusia tersebut dibuntuti oleh pasukan NATO.

Pada Agustus 2023, Anti-Corruption Foundation (Yayasan Anti-Korupsi) yang didirikan oleh pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny menerbitkan temuan yang menghubungkan kapal pesiar supermewahmewah buatan Jerman itu dengan Presiden Putin. Enam bulan kemudian, pada Februari 2024, Navalny diduga diracuni dan meninggal di koloni penjara Arktik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
Golfphoria 2026: Turnamen...
Golfphoria 2026: Turnamen Golf Rasa Festival di Bali International Golf, Makin Meriah dan Siap Cetak Rekor Dunia
Berita Terkini
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved