Pengadilan Nazi Terakhir, Penjaga Kamp Konsentrasi Dibui 2 Tahun
Kamis, 23 Juli 2020 - 23:39 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini, saya ingin meminta maaf kepada semua orang yang mengalami kegilaan yang gila ini," kata Dey kepada pengadilan.
"Gambar-gambar kesengsaraan dan horor telah menghantuiku sepanjang hidupku," imbuhnya.
Lebih dari 60.000 orang terbunuh di Stutthof, yang merupakan salah satu kamp pertama yang didirikan di luar Jerman selama Perang Dunia II dan salah satu yang terakhir dibebaskan. Banyak yang diberikan suntikan mematikan bensin atau fenol langsung ke hati mereka, ditembak, kelaparan, atau dihukum mati di kamar gas.
Dey mengakui mendengar teriakan dari kamar gas kamp dan menyaksikan mayat diambil untuk dibakar. Tetapi dia mengatakan dia tidak pernah menembakkan senjatanya dan suatu kali mengizinkan sekelompok orang untuk menyelundupkan daging dari kuda mati yang mereka temukan kembali ke kamp.
Jaksa penuntut meminta hukuman tiga tahun, dan beberapa advokat bagi para korban yang selamat dari Holocaust mengkritik putusan itu karena dianggap terlalu ringan.
"Gambar-gambar kesengsaraan dan horor telah menghantuiku sepanjang hidupku," imbuhnya.
Lebih dari 60.000 orang terbunuh di Stutthof, yang merupakan salah satu kamp pertama yang didirikan di luar Jerman selama Perang Dunia II dan salah satu yang terakhir dibebaskan. Banyak yang diberikan suntikan mematikan bensin atau fenol langsung ke hati mereka, ditembak, kelaparan, atau dihukum mati di kamar gas.
Dey mengakui mendengar teriakan dari kamar gas kamp dan menyaksikan mayat diambil untuk dibakar. Tetapi dia mengatakan dia tidak pernah menembakkan senjatanya dan suatu kali mengizinkan sekelompok orang untuk menyelundupkan daging dari kuda mati yang mereka temukan kembali ke kamp.
Jaksa penuntut meminta hukuman tiga tahun, dan beberapa advokat bagi para korban yang selamat dari Holocaust mengkritik putusan itu karena dianggap terlalu ringan.
Lihat Juga :