Imran Khan Serukan Aksi Protes Nasional di Pakistan

Minggu, 14 Mei 2023 - 21:40 WIB
loading...
Imran Khan Serukan Aksi...
Imran Khan Serukan Aksi Protes Nasional di Pakistan. FOTO/Reuters
A A A
LAHORE - Mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyerukan aksi protes "kebebasan" nasional, Minggu (14/5/2023). Seruan ini dilontarkannya setelah penangkapan dan penahanan singkatnya pekan lalu memicu kerusuhan mematikan di Pakistan .

Marah dengan penangkapan itu, para pendukung Khan membakar gedung-gedung pemerintah, memblokir jalan-jalan dan merusak properti milik militer, yang mereka salahkan atas kejatuhan Khan.



“Kebebasan tidak datang dengan mudah. Anda harus merebutnya. Anda harus berkorban untuk itu,” kata Khan dalam pidato yang disiarkan di YouTube, Sabtu (13/5/2023) malam, seperti dikutip dari AFP.

Dia menyerukan para pendukungnya untuk mengadakan protes "di ujung jalan dan desa Anda" di seluruh negeri. Ia juga mengumumkan kembali akan berkampanye pada Rabu (17/5/2023) untuk pemilihan segera.

Selama berbulan-bulan, pemimpin partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) telah melakukan kampanye perlawanan terhadap militer. Penangkapannya pada hari Selasa terjadi hanya beberapa jam setelah dia ditegur karena mengklaim pejabat senior terlibat dalam upaya pembunuhan terhadapnya tahun lalu.



Militer Pakistan yang kuat telah secara langsung memerintah negara itu selama hampir setengah dari 75 tahun sejarahnya, dan terus memegang kekuasaan atas sistem politik.

“Tindakan Panglima Militer telah membuat buruk militer kita. Itu karena dia, bukan karena saya,” kata Khan dari rumahnya di Lahore.

Khan sebelumnya mengatakan kepada wartawan, bahwa "satu orang, panglima militer" berada di balik penangkapannya. Tetapi Khan menjauhkan diri dari serangan terhadap instalasi militer pada protes, menyangkal bahwa pekerja partainya terlibat dan menyerukan penyelidikan independen atas kekerasan tersebut.



Tentara, yang menyangkal tuduhan yang dibuat oleh Khan, pada hari Sabtu memperingatkan terhadap upaya untuk menciptakan "salah persepsi" terhadap institusi tersebut.

Dilaporkan pula setidaknya 9 orang tewas dalam kerusuhan pekan lalu. Selain itu ratusan petugas polisi terluka dan lebih dari 4.000 orang ditahan, sebagian besar di provinsi Punjab dan Khyber Pakhtunkhwa, menurut pihak berwenang.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Negara Islam dengan...
5 Negara Islam dengan Militer Terkuat di Dunia, Ada Pemilik Hulu Ledak Nuklir hingga Musuh Israel
Sudah 1.400 Demonstran...
Sudah 1.400 Demonstran Ditangkap, tapi Mengapa Ribuan Orang Lainnya Masih Mau Turun ke Jalanan di Turki?
Inilah Penyebab Demo...
Inilah Penyebab Demo Turki, Ribuan Warga dan Mahasiswa Turun ke Jalan
3 Alasan Demo Serbia...
3 Alasan Demo Serbia Dihadiri sampai 1 Juta Orang, dari Reformasi hingga Skandal Korupsi
Profil Aleksandar Vucic,...
Profil Aleksandar Vucic, Presiden Serbia yang Didemo 1 Juta Warganya karena Kasus Korupsi
Bagaimana Mahmoud Khalil...
Bagaimana Mahmoud Khalil Jadi Ikon Perjuangan Aktivis Pro-Palestina Melawan Trump?
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
Sebelum Dibunuh, Jurnalis...
Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita 2 Kali Diperkosa Oknum TNI AL Jumran
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
5 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
7 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved