Bocah 6 Tahun Ditembak Gara-gara Bola Basket Gelinding ke Halaman Tetangga

Jum'at, 21 April 2023 - 02:09 WIB
loading...
Bocah 6 Tahun Ditembak...
Bocah 6 tahun di AS ditembak gara-gara bola basket menggelinding ke halaman tetangga. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Aparat kepolisian North Carolina, Amerika Serikat (AS), memburu seorang pria yang dituduh menembak seorang bocah perempuan berusia 6 tahun dan ayahnya. Itu dilakukan setelah bola basket mereka menggelinding ke halaman rumah tersangka.

Dua korban lainnya, seorang wanita dan seorang pria, juga terluka dalam insiden itu.

Polisi di Gaston County pertama kali menerima panggilan 911 pada pukul 19:44 waktu setempat pada hari Selasa tentang penembakan tersebut.

Penyelidik kemudian melaporkan bahwa seorang anak berusia enam tahun dan ayahnya terluka parah. Seorang wanita dewasa terkena peluru dan pria dewasa kedua tertembak.

Seorang tetangga mengatakan kepada wartawan bahwa penembakan itu terjadi setelah bola basket menggelinding ke halaman tersangka.

"Mereka sedang bermain bola basket, dan sebuah bola meluncur ke halaman rumahnya. Mereka pergi dan mengambilnya. Itu gila," kata Jonathan Robertson, yang tinggal di lingkungan Gaston County.

"Kami tidak pernah mengharapkannya dalam sejuta tahun. Kami tidak pernah berharap ada orang yang akan mengeluarkan senjata di antara semua anak itu," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (21/4/2023).

Baca Juga: Pesta Ultah ABG Berubah Jadi Tragedi Berdarah: 32 Orang Ditembaki, 4 Tewas

Polisi mengatakan tersangka masuk ke dalam rumahnya dan keluar dengan senjata sebelum dia menembak tanpa pandang bulu ke tetangga. William dan putrinya tertembak saat para orang tua bergegas mengumpulkan anak-anak mereka.

Anak tersebut kemudian berbicara tentang penembakan tersebut dalam sebuah wawancara dengan saluran berita ABC setempat.

"Peluru itu kembali dan peluru itu mengenai pipi saya," kata bocah enam tahun itu, yang tidak disebutkan namanya oleh BBC karena usianya.

Dia menambahkan bahwa ayahnya masih dirawat di rumah sakit di Charlotte. Dia dirawat karena masalah paru-paru dan hati yang tertusuk setelah dia ditembak di punggung.

Polisi mengatakan tersangka, Robert Louis Singletary (24), masih buron. Singletary menghadapi empat dakwaan percobaan pembunuhan tingkat pertama.

Polisi juga telah mendakwa tersangka dengan dua dakwaan penyerangan dengan senjata mematikan dengan maksud untuk membunuh dan satu dakwaan kepemilikan senjata api oleh penjahat.

Tersangka sebelumnya dikenal polisi karena diduga menyerang pacarnya dengan palu godam pada bulan Desember.

Baca Juga: Baku Tembak di Bank Kota Louisville, 5 Orang Tewas

Kepala Polisi Kabupaten Gaston Stephen Zill dalam sebuah pernyataan mengatakan polisi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Singletary.

Zill menambahkan kekerasan semacam ini tidak akan bertahan.

"Kami melakukan pencarian skala besar semalaman untuk Singletary dan kami telah bermitra dengan Satuan Tugas Buronan Regional Marshals Amerika Serikat untuk membantu kami saat kami terus mencari," katanya.

Penembakan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian insiden kekerasan senjata di seluruh AS yang melibatkan pemuda Amerika yang dilaporkan secara keliru mendekati orang atau rumah yang salah.

Di Texas, pemandu sorak berusia 18 tahun Payton Washington ditembak dan terluka parah pada hari Selasa setelah dia salah masuk kendaraan di tempat parkir dekat Austin, Texas.

Di negara bagian New York, Kaylin Gillis yang berusia 20 tahun ditembak dan dibunuh pada hari Sabtu setelah seorang teman mengemudikan mobil mereka ke jalan yang salah.

Dan Kamis lalu di Missouri, Ralph Yarl yang berusia 16 tahun ditembak di kepala dan lengan ketika dia membunyikan bel pintu di alamat yang salah.

Baca Juga: Transgender Penembak Sekolah Nashville Sembunyikan 7 Senjata Api di Rumah
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved