Kapal Pesiar Angkut Bom untuk Ledakkan Pipa Nord Stream

Kamis, 09 Maret 2023 - 13:07 WIB
loading...
Kapal Pesiar Angkut...
Pipa Nord Stream meluap setelah meledak di Laut Baltik, dalam gambar yang dirilis 29 September 2022. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Pihak berwenang Jerman menggeledah satu kapal pada Januari yang mereka curigai mengangkut bahan peledak sebelum pengeboman pipa Nord Stream pada September tahun lalu.

Kantor Kejaksaan Jerman mengungkapkan laporan itu pada Rabu (8/3/2023). Seorang juru bicara Kantor Kejaksaan Federal mengkonfirmasi penggeledahan telah dilakukan awal tahun ini.

Dia menambahkan, pihak berwenang masih mengevaluasi barang-barang yang disita. “Identitas orang-orang yang diduga terkait dengan penyewaan kapal, serta motif potensial mereka, masih belum jelas,” ungkap pejabat tersebut, seperti dikutip media Jerman.

Pada Selasa, penyiar negara Jerman ARD, radio SWR dan surat kabar Die Zeit mengklaim penyelidik yang menyelidiki insiden tersebut telah menemukan kapal pesiar yang dilaporkan digunakan dalam serangan itu milik perusahaan Polandia yang "tampaknya dimiliki dua orang Ukraina."

Baca juga: Pentagon Coba Sesuaikan Rudal AS dengan Jet Tempur Ukraina Era Soviet

Menurut Die Zeit, satu “operasi rahasia” untuk menghancurkan jaringan pipa dilakukan tim yang terdiri dari enam orang yakni lima pria dan satu wanita.

“Kebangsaan mereka tidak diketahui,” papar surat kabar itu, karena mereka menggunakan paspor palsu untuk menyewa kapal.

Publikasi tersebut juga menyatakan pihak berwenang telah meninjau informasi yang mungkin menunjukkan "kelompok pro-Ukraina" bertanggung jawab.

Baca juga: AS Pamer Bomber Siluman Generasi Terbaru, Dibanderol Rp11 Triliun Per Pesawat

“Kapal itu berlayar dari Rostock di Jerman pada 6 September 2022,” ungkap Die Zeit, menjelang pengeboman yang merusak jaringan pipa pada 26 September.

Sabotase itu mensterilkan pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang mengangkut gas alam Rusia ke Eropa melalui Jerman.

Ini mengikuti laporan Selasa di New York Times yang mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengklaim intelijen baru yang tidak ditentukan juga menunjuk ke kelompok "pro-Ukraina".

Laporan itu menambahkan tidak ada bukti operasi tersebut dilakukan dengan pengawasan dari otoritas Kiev.

Sebelumnya, laporan terperinci oleh jurnalis pemenang Hadiah Pulitzer Seymour Hersh mengklaim Washington terkait dengan ledakan tersebut. Tokoh-tokoh dalam pemerintahan Biden telah membantah tuduhan tersebut.

Berbicara pada Rabu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan agar tidak terburu-buru menghakimi di tengah laporan baru tentang asal-usul sabotase.

“Ini mungkin juga merupakan operasi bendera palsu yang dilakukan untuk menyalahkan Ukraina, satu opsi yang diangkat dalam laporan media juga,” ujar dia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, menyebut laporan media Barat dirancang untuk menjadi tabir asap. “Jelas, mereka yang mendalangi serangan (Nord Stream) ingin mengalihkan perhatian. Jelas, ini adalah kampanye hoax media yang terkoordinasi,” tegas dia kepada RIA Novosti.

Peskov juga memperbarui seruan Rusia untuk penyelidikan yang kuat dan transparan atas pengeboman tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved