Tak Tiru Ukraina, Taliban Tidak Akan Tawarkan Mineral Langka ke AS
Senin, 31 Maret 2025 - 09:40 WIB
loading...
Taliban tidak akan tawarkan mineral langka ke AS. Foto/X/@Arin_Yumi
A
A
A
KABUL - Pemerintahan sementara Taliban Afghanistan mengatakan tidak akan mengembalikan sisa senjata ke AS karena sekarang menjadi aset negara Afghanistan. Selain itu, mereka juga tidak akan menyerahkan mineral langka kepada AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Abdul Qahar Balkhi menolak tawaran Presiden Donald Trump untuk melepaskan aset mata uang Afghanistan yang dibekukan dengan imbalan pengembalian perangkat keras militer AS yang ditinggalkan pasukan Amerika setelah penarikan pasukan dari Kabul pada tahun 2021.
"Negara tidak memberikan aset mereka," kata Balkhi kepada CBS News, dan mengatakan mereka sekarang menjadi aset Afghanistan.
Namun, Balkhi mengatakan bahwa Kabul terbuka untuk bisnis dengan semua negara, termasuk AS, dan negara-negara tersebut dapat berinvestasi di sektor mineral di Afghanistan.
Perkembangan ini menyusul pertemuan baru-baru ini antara Utusan Trump untuk Urusan Penyanderaan Adam Boehler, yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri sementara Maulvi Amir Khan Muttaqi di Afghanistan, yang menandai kontak publik pertama antara Washington dan Kabul.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Abdul Qahar Balkhi menolak tawaran Presiden Donald Trump untuk melepaskan aset mata uang Afghanistan yang dibekukan dengan imbalan pengembalian perangkat keras militer AS yang ditinggalkan pasukan Amerika setelah penarikan pasukan dari Kabul pada tahun 2021.
"Negara tidak memberikan aset mereka," kata Balkhi kepada CBS News, dan mengatakan mereka sekarang menjadi aset Afghanistan.
Namun, Balkhi mengatakan bahwa Kabul terbuka untuk bisnis dengan semua negara, termasuk AS, dan negara-negara tersebut dapat berinvestasi di sektor mineral di Afghanistan.
Perkembangan ini menyusul pertemuan baru-baru ini antara Utusan Trump untuk Urusan Penyanderaan Adam Boehler, yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri sementara Maulvi Amir Khan Muttaqi di Afghanistan, yang menandai kontak publik pertama antara Washington dan Kabul.
Lihat Juga :