China Prihatin RI Tahan Kapal Penangkap Ikan yang Ada Jasad ABK WNI
Selasa, 14 Juli 2020 - 15:56 WIB
loading...
Kapal penangkap Ikan China; Lu Huang Yuan Yu 118 dan para awaknya. Foto/Ist
A
A
A
BEIJING - Beijing menyatakan keprihatinannya atas penahanan kapal penangkap ikan China oleh pihak berwenang Indonesia. Kapal tersebut terdapat awak atau anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang meninggal diduga akibat dianiaya.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.
Dalam rangkaian konferensi pers 9 Juli, jurnalis AFP bertanya respons Beijing soal polisi Indonesia menggeledah kapal penangkap ikan China dan menemukan jasad ABK Indonesia di atas kapal.
"China memperhatikan itu. Kami menyatakan keprihatinan atas penahanan Indonesia terhadap kapal penangkap ikan China, yang berlayar normal pada rute pengiriman internasional, tanpa pemberitahuan sebelumnya," katanya. (Baca: Jenazah WNI Dalam Frezer di Kapal China Ternyata Tewas Dianiaya )
"Perusahaan yang memiliki kapal mengatakan bahwa seorang awak Indonesia yang ada di kapal sayangnya meninggal. Perusahaan memberi tahu HRD perusahaan dan berbicara dengan orang-orang terkasih anggota kru tentang masalah tindak lanjut," papar Zhao yang dikutip dari situs web Kementerian Luar Negeri China, Selasa (14/7/2020).
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.
Dalam rangkaian konferensi pers 9 Juli, jurnalis AFP bertanya respons Beijing soal polisi Indonesia menggeledah kapal penangkap ikan China dan menemukan jasad ABK Indonesia di atas kapal.
"China memperhatikan itu. Kami menyatakan keprihatinan atas penahanan Indonesia terhadap kapal penangkap ikan China, yang berlayar normal pada rute pengiriman internasional, tanpa pemberitahuan sebelumnya," katanya. (Baca: Jenazah WNI Dalam Frezer di Kapal China Ternyata Tewas Dianiaya )
"Perusahaan yang memiliki kapal mengatakan bahwa seorang awak Indonesia yang ada di kapal sayangnya meninggal. Perusahaan memberi tahu HRD perusahaan dan berbicara dengan orang-orang terkasih anggota kru tentang masalah tindak lanjut," papar Zhao yang dikutip dari situs web Kementerian Luar Negeri China, Selasa (14/7/2020).
Lihat Juga :