Najib Razak Memulai Perlawanan Terakhir dalam Kasus Korupsi Terbesar Malaysia

Senin, 15 Agustus 2022 - 11:05 WIB
Selain mengajukan banding atas putusan itu, Najib meminta Pengadilan Federal untuk memperkenalkan bukti baru guna membatalkan vonis sebelumnya.

Menurut laporan Reuters, dalam dokumen yang diajukan menjelang sidang hari ini, Najib menuduh hakim pengadilan sebelumnnya memiliki konflik kepentingan.

Najib, yang menjadi PM Malaysia dari 2009-2018, telah bebas dengan jaminan sambil menunggu banding.

Jika vonis sebelumnya ditegakkan dalam pengadilan banding terakhir ini, dia kemungkinan akan segera menjalani hukumannya.

Hukum Malaysia mengizinkan peninjauan kembali putusan Pengadilan Federal, tetapi permohonan semacam itu jarang berhasil.

Langkah perlawanan Najib datang menjelang pemilu nasional yang diperkirakan akan diadakan sebelum September 2023.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(min)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More