PM Malaysia Siapkan Resolusi untuk Usir Israel dari PBB
Selasa, 05 November 2024 - 17:11 WIB
loading...
PM Malaysia Anwar Ibrahim siapkan resolusi untuk usir Israel dari PBB. Foto/X/@yo2thok
A
A
A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Anwar mengatakan negaranya merupakan bagian dari kelompok inti yang menyusun resolusi yang mengusulkan pengusiran Israel dari PBB jika terbukti melanggar hukum internasional di Palestina.
Anwar mengatakan kepada parlemen Malaysia bahwa rancangan resolusi, yang akan diserahkan ke Majelis Umum PBB, menyerukan pendapat penasihat dari Mahkamah Internasional mengenai kewajiban Israel untuk mengizinkan PBB beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki.
“Rancangan resolusi tersebut sedang dalam proses negosiasi dan kami akan mempelajari apakah Israel dapat dikeluarkan sebagai anggota PBB jika terjadi pelanggaran hukum internasional yang berkaitan dengan Palestina,” katanya, dilansir Al Jazeera.
“Malaysia akan memastikan bahwa agenda tersebut didengar dan diperhatikan sehingga kekejaman rezim Israel dapat dihentikan, selain mengizinkan bantuan penting untuk mencapai rakyat Palestina di saat pembantaian terus memburuk,” tambahnya.
Baca Juga: Prediksi Pemilu Presiden AS: Harris dan Trump Bersaing Ketat
Anwar mengatakan kepada parlemen Malaysia bahwa rancangan resolusi, yang akan diserahkan ke Majelis Umum PBB, menyerukan pendapat penasihat dari Mahkamah Internasional mengenai kewajiban Israel untuk mengizinkan PBB beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki.
“Rancangan resolusi tersebut sedang dalam proses negosiasi dan kami akan mempelajari apakah Israel dapat dikeluarkan sebagai anggota PBB jika terjadi pelanggaran hukum internasional yang berkaitan dengan Palestina,” katanya, dilansir Al Jazeera.
“Malaysia akan memastikan bahwa agenda tersebut didengar dan diperhatikan sehingga kekejaman rezim Israel dapat dihentikan, selain mengizinkan bantuan penting untuk mencapai rakyat Palestina di saat pembantaian terus memburuk,” tambahnya.
Baca Juga: Prediksi Pemilu Presiden AS: Harris dan Trump Bersaing Ketat
Lihat Juga :