Saudi Dilaporkan Hapus Beberapa Pembatasan untuk Pekerja Asing
Rabu, 04 November 2020 - 21:43 WIB
Perubahan tersebut dapat berdampak dramatis pada pasar tenaga kerja Arab Saudi dan kehidupan 10,5 juta pekerja asing yang merupakan sepertiga dari populasi kerajaan. ( Baca juga: Umrah Dibuka, Berikut Syarat Bisa Berangkat di Tengah Pandemi )
Sistem “kafala” atau “sponsor” saat ini, yang digunakan untuk ekspatriat di negara-negara Teluk Arab selama beberapa dekade, telah dikritik oleh kelompok HAM sebagai bentuk penghambaan kontrak.
Beberapa ekonom berpendapat bahwa sistem itu juga mengakar pada praktik majikan swasta yang mempekerjakan pekerja asing yang lebih murah dan lebih mudah dikendalikan yang menikmati sedikit perlindungan, bahkan ketika pengangguran Saudi meningkat.
“Perubahan ini bukanlah perubahan kecil, ini sangat besar. Pemerintah telah mengerjakan perombakan selama dua tahun. Kami bertujuan untuk mencapai lebih banyak inklusi bagi orang Saudi, menarik bakat, meningkatkan kondisi kerja, membuat pasar tenaga kerja Arab Saudi lebih dinamis dan produktif," tukasnya.
Sistem “kafala” atau “sponsor” saat ini, yang digunakan untuk ekspatriat di negara-negara Teluk Arab selama beberapa dekade, telah dikritik oleh kelompok HAM sebagai bentuk penghambaan kontrak.
Beberapa ekonom berpendapat bahwa sistem itu juga mengakar pada praktik majikan swasta yang mempekerjakan pekerja asing yang lebih murah dan lebih mudah dikendalikan yang menikmati sedikit perlindungan, bahkan ketika pengangguran Saudi meningkat.
“Perubahan ini bukanlah perubahan kecil, ini sangat besar. Pemerintah telah mengerjakan perombakan selama dua tahun. Kami bertujuan untuk mencapai lebih banyak inklusi bagi orang Saudi, menarik bakat, meningkatkan kondisi kerja, membuat pasar tenaga kerja Arab Saudi lebih dinamis dan produktif," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :