10 Perempuan Hebat yang Jadi Pelopor Kepala Pemerintahan
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:16 WIB
8. Dominika-Dame Eugenia Charles (1980-1995)
Cucu budak, Eugenia Charles 'tidak hanya menjabat perdana menteri pertama Dominika, tetapi dia juga pengacara wanita pertama di negara itu serta perempuan pertama yang terpilih sebagai kepala negara di kawasan Karibia. Dikenal sebagai "Wanita Besi Karibia", dia berjuang tanpa lelah memerangi korupsi di tubuh pemerintah. Pada tahun 1991 ia menerima gelar Dame Commander of the British Empire.
9. Inggris-Margaret Thatcher (1979-1990)
Margaret Thatcher bekerja sebagai ahli kimia industri sebelum terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Konservatif dan menjadi pemimpinnya pada 1975.
Pada 1979, dia adalah perdana menteri wanita pertama Inggris; Thatcher juga merupakan wanita pertama yang terpilih memimpin negara besar di dunia Barat. Dijuluki "Nyonya Besi" karena pendiriannya yang keras terhadap komunisme, ia menjabat selama 11 tahun menjadikannya perdana menteri Inggris terlama abad ke-20.
Selama menjabat, Thatcher mempromosikan kebijakan pasar bebas, memprivatisasi perusahaan milik negara, dan membantu memimpin Inggris menuju masa depan ekonomi yang lebih baik. (Baca juga: Mantan PM Inggris Margaret Thatcher tutup usia)
10. Islandia-Vigdis Finnbogadottir (1980-1996)
Finnbogadottir Vigd menjadi presiden wanita pertama di Eropa pada 1980. Meskipun menjadi orang tua tunggal paska bercerai, ia menjadi figur politik yang ikonik dan wanita pertama yang terpilih sebagai kepala negara dalam pemilihan nasional di negaranya.
Dikenal sebagai advokat yang gigih memperjuangkan warisan budaya Islandia, Finnbogadottir sangat populer dan terpilih kembali sebagai presiden sebanyak tiga kali; sampai akhirnya pensiun pada 1996, setelah masa jabatan 16 tahun yang menakjubkan.
Sumber: www.worldatlas.com
Cucu budak, Eugenia Charles 'tidak hanya menjabat perdana menteri pertama Dominika, tetapi dia juga pengacara wanita pertama di negara itu serta perempuan pertama yang terpilih sebagai kepala negara di kawasan Karibia. Dikenal sebagai "Wanita Besi Karibia", dia berjuang tanpa lelah memerangi korupsi di tubuh pemerintah. Pada tahun 1991 ia menerima gelar Dame Commander of the British Empire.
9. Inggris-Margaret Thatcher (1979-1990)
Margaret Thatcher bekerja sebagai ahli kimia industri sebelum terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Konservatif dan menjadi pemimpinnya pada 1975.
Pada 1979, dia adalah perdana menteri wanita pertama Inggris; Thatcher juga merupakan wanita pertama yang terpilih memimpin negara besar di dunia Barat. Dijuluki "Nyonya Besi" karena pendiriannya yang keras terhadap komunisme, ia menjabat selama 11 tahun menjadikannya perdana menteri Inggris terlama abad ke-20.
Selama menjabat, Thatcher mempromosikan kebijakan pasar bebas, memprivatisasi perusahaan milik negara, dan membantu memimpin Inggris menuju masa depan ekonomi yang lebih baik. (Baca juga: Mantan PM Inggris Margaret Thatcher tutup usia)
10. Islandia-Vigdis Finnbogadottir (1980-1996)
Finnbogadottir Vigd menjadi presiden wanita pertama di Eropa pada 1980. Meskipun menjadi orang tua tunggal paska bercerai, ia menjadi figur politik yang ikonik dan wanita pertama yang terpilih sebagai kepala negara dalam pemilihan nasional di negaranya.
Dikenal sebagai advokat yang gigih memperjuangkan warisan budaya Islandia, Finnbogadottir sangat populer dan terpilih kembali sebagai presiden sebanyak tiga kali; sampai akhirnya pensiun pada 1996, setelah masa jabatan 16 tahun yang menakjubkan.
Sumber: www.worldatlas.com
(poe)
Lihat Juga :