Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China

Jum'at, 24 Juli 2026 - 08:55 WIB
loading...
Masalah Kualitas dan...
Analis menilai ambisi ekspor senjata China terhambat oleh masalah kualitas dan krisis internal Beijing. Foto/Air Power Asia
A A A
JAKARTA - Ambisi China untuk memperluas pengaruh sebagai eksportir senjata global dinilai menghadapi tantangan yang semakin besar dalam beberapa tahun ke depan.

Meski berhasil membangun pasar yang relatif stabil di sejumlah negara, berbagai persoalan mulai dari performa alat utama sistem senjata (alutsista) di medan operasi, meningkatnya pengawasan Barat, hingga krisis internal industri pertahanan China berpotensi membatasi ekspansi Beijing dalam jangka pendek hingga menengah.

Baca Juga: Parahnya Korupsi Militer China: Rudal-rudal Diisi Air, Bukan Bahan Bakar

Anushka Saxena, analis dari Takshashila Institution, mengatakan bahwa China selama satu dekade terakhir berhasil menciptakan basis pelanggan yang bergantung pada produk pertahanannya. Pakistan, misalnya, memperoleh sekitar 80 persen impor persenjataannya dari China, disusul Serbia sebesar 61 persen, Thailand 49 persen, dan Aljazair 27 persen.

Selain memasok berbagai sistem persenjataan berat maupun ringan ke sedikitnya 16 negara sepanjang 2015-2025, China juga disebut telah menjual ribuan rudal kepada Pakistan pada periode yang sama.

Meski demikian, Anushka menilai keberhasilan membangun pasar tersebut belum menjamin China mampu memperluas pangsa ekspor senjatanya.

"Apakah Beijing dapat mengubah pelanggan yang sudah ada menjadi pasar yang lebih luas bergantung bukan pada daya saing harga produknya, melainkan pada kemampuannya mengatasi berbagai persoalan sistemik," ucapnya, seperti dikutip dari The National Interest, Jumat (24/7/2026).

Dia menilai terdapat tiga tantangan utama yang saat ini membayangi industri pertahanan China, yakni rekam jejak performa persenjataan di lapangan, meningkatnya tekanan regulasi dari negara-negara Barat, serta krisis kelembagaan yang melanda industri pertahanan dalam negeri.

Menurut Anushka, salah satu persoalan yang paling banyak memengaruhi persepsi terhadap produk pertahanan China adalah performanya ketika digunakan oleh negara pembeli.

Dia mencontohkan insiden pada Desember 2025 ketika laras meriam tank VT-4 milik Angkatan Darat Thailand dilaporkan meledak saat latihan menembak di perbatasan Kamboja hingga melukai seluruh awak kendaraan.

Kasus lain juga disebut terjadi di Nigeria, di mana tank VT-4 dilaporkan memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mendinginkan kubah meriam sebelum kembali digunakan dalam pertempuran.

Strategi Geopolitik China


Sementara itu, Kenya disebut menemukan kendaraan lapis baja VN-4 tidak mampu memberikan perlindungan memadai terhadap serangan roket antitank atau rocket-propelled grenade (RPG).

Anushka menyebut tantangan serupa juga terlihat pada sistem nirawak buatan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved