Rawan Jadi Target Serangan, PLTN UEA Picu Kontroversi

Senin, 03 Agustus 2020 - 11:12 WIB
Pengunjung melihat maket proyek pembangkit listrik tenaga nuklir milik Uni Emirat Arab di Dubai. Foto/khaleejtimes.com/Nawah Energy Company
DUBAI - Setelah meluncurkan misi tanpa awak ke Mars, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara pertama di Timur Tengah yang memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Proyek pertama itu diluncurkan oleh Perusahaan Energi Nuklir Emirat (ENEC) dan memicu kontroversi karena dinilai tidak aman dan membahayakan bagi masyarakat.

Ancaman paling nyata adalah adanya serangan ke fasilitas nuklir di Timur Tengah. Setidaknya sudah terdapat 13 serangan udara ke fasilitas nuklir di sana atau lebih banyak dari negara di belahan dunia lainnya.



PLTN memang menjadi target empuk serangan rival. Apalagi, tahun lalu, fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais di Arab Saudi mendapatkan serangan berupa 18 pesawat nirawak dan tujuh misil. UEA sebagai koalisi utama Saudi menjadi negara itu sangat rawan menjadi target serangan, baik oleh Iran atau musuh mereka, yakni pemberontak Houthi di Yaman. (Baca: UEA Berambisi Bangun Koloni di Mars Pada Tahun 2117)

Faktor geopolitik dan keamanan di Timur Tengah memang menjadi ancaman paling nyata bagi PLTN. Apalagi, sebagian masyarakat dunia sepertinya masih trauma dengan kebocoran pembangkit listrik. Risiko itu yang tidak terlalu menjadi pertimbangan UEA mengembangkan PLTN.

UEA merupakan negara yang menjaga jarak dari perilaku negara Arab lainnya dengan tidak membuat pengayaan uranium. Mereka juga menyepakati Protokol Tambahan lembaga pemantau nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan meningkatkan kapasitas inspeksi. UEA juga bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) yang mengizinkan pengembangan nuklir untuk kepentingan sipil.

Meskipun UEA memiliki cadangan gas dan minyak bumi yang melimpah, mereka tetap menggelontorkan dana besar-besaran untuk mengembangkan energi alternatif, termasuk nuklir dan tenaga surya. Para pakar mempertanyakan kenapa UEA tidak fokus mengembangkan tenaga surya dan angin, dibandingkan nuklir yang mahal dan berisiko, dibandingkan sumber negeri berkelanjutan. (Baca: Asyik, Token Listrik Gratis PLN Bulan Agustus Sudah Bisa Diklaim)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!