Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?

Minggu, 05 Juli 2026 - 08:37 WIB
loading...
Ayat Al-Quran tentang...
Delegasi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi memberikan penghormatan kepada almarhum mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Foto/Tangkapan layar/Situs Web Resmi Ayatollah Khamenei
A A A
TEHERAN - Ketika delegasi Kerajaan Arab Saudi melangkah maju untuk memberikan penghormatan pada peti jenazah almarhum mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Grand Mosalla Teheran, pembacaan Al-Quran yang mengikutinya tidak luput dari perhatian banyak pelayat.

Menurut laporan Middle East Eye, Minggu (5/7/2026), Al-Qur'an yang dibacakan tersebut adalah Surah Al Imran 3:13. Ini adalah ayat yang menggambarkan Perang Badar, di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit dan perlengkapannya buruk mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar atas kehendak Allah. Ini jelas merujuk pada apa yang semakin banyak orang sebut sebagai kemenangan Iran dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Baca Juga: Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei

Perang Badar terjadi di wilayah yang sekarang menjadi Arab Saudi pada tahun 624 M. Pertanyaannya adalah apakah pembacaan ayat tersebut merupakan pujian, ejekan, atau keduanya—tetapi kemungkinan besar itu bukanlah kebetulan.

Jika ditafsirkan secara luas, ayat tersebut mengisyaratkan salah satu kemenangan pertama Islam dan kenangan peradaban bersama antara Teheran dan Riyadh.

Para analis Timur Tengah dan Barat menyatakan Iran tidak hanya selamat dari perang tersebut, tetapi bisa dibilang, mungkin muncul lebih kuat, dengan kendali atas Selat Hormuz yang kini semakin dekat untuk menjadi kenyataan.

Namun, Arab Saudi tetap diam-diam bersekutu dengan AS selama perang dan, menurut beberapa laporan media regional dan AS, bahkan secara diam-diam menyerang Iran.

Jika dibaca dalam konteks tersebut, ayat itu menjadi lebih tajam. Riyadh tetap berada di pinggir lapangan atau, menurut laporan-laporan tersebut, bertindak melawan Iran, sementara Israel berusaha untuk menjerumuskan kawasan itu ke dalam kehancuran.

Sementara itu, Iran berjuang dan bertahan melawan musuh-musuh Teheran dan, secara tidak langsung, siapa pun yang berdiri terlalu dekat dengan mereka.

Perwakilan Arab Saudi bukanlah satu-satunya yang hadir, tetapi salah satu dari lebih dari 30 delegasi negara yang datang untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Khamenei.

Daftar tokoh penting tersebut menawarkan Iran pertunjukan kekuatan tersendiri, menandakan bahwa negara itu masih jauh dari terisolasi seperti yang diinginkan AS atau Israel.

Khamenei (86) dibunuh pada 28 Februari dalam serangan Israel-AS di kediamannya di pusat Teheran. Serangan itu juga menewaskan cucunya yang berusia 14 bulan, menantu laki-laki, dan menantu perempuannya.

Jenazahnya disemayamkan selama tiga hari di Grand Mosalla Teheran, kompleks ibadah terbesar di negara itu dan tempat untuk acara kenegaraan besar.

Pemakaman itu bukan hanya bersifat keagamaan, tetapi juga merupakan teater kenegaraan. Iran menggunakannya untuk memberi tahu publiknya sendiri bahwa negara masih dapat menyatukan bangsa dalam kemenangan dan kesedihan; untuk meyakinkan sekutu bahwa Teheran tidak menyerah; untuk menunjukkan kepada kekuatan besar bahwa mereka belum hancur; dan untuk mengingatkan para rival bahwa mereka terus menghitung skor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved