Dicap antek AS, Malala dibenci warga Pakistan

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 18:44 WIB
Dicap antek AS, Malala...
Dicap antek AS, Malala dibenci warga Pakistan
A A A
Sindonews.com – Di saat namanya disanjung masyarakat internasional, karena masuk nominator peraih Nobel Perdamaian 2013, Malala Yousafzai, 16, justru dibenci warga di kampungnya, di Pakistan. Gadis yang pernah ditembak militan Taliban Pakistan di bagian kepalanya itu, justru dituduh antek Amerika Serikat dan agen CIA.

”Malala telah memanjakan nama Pakistan di seluruh dunia,” kata Mohammad Rizwan, seorang pemilik toko di kota kelahiran Malala, di Pakistan. ”Kami tidak perlu Malala untuk datang dan memberitahu kita betapa pentingnya pendidikan,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/10/2013).

Di sebuah jalan di sudut tokonya itulah, Malala setahun silam ditemba militan Taliban, karena terang-terangan mengampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan Pakistan.

Dia selamat setelah diterbangkan ke Inggris untuk pengobatan. Sejak itu, ia menjadi simbol perlawanan terhadap militan di wilayah kesukuan dekat di perbatasan Afghanistan. Tapi, banyak warga yang sangat konservatif di kampung halamannya di Pakistan, justru curiga dengan kampanye pendidikan yang dikobarkan Malala.

Mereka mempercayai, Malala sebagai bagian dari teori konspirasi dunia. Bahkan, Malala dianggap sebagai antek AS. Di situs media sosial, muncul pesan hinaan yang ditujukan kepada Malala. ”Kami benci Malala Yousafzai, seorang agen CIA,” tulis salah satu pemilik akun Facebook, di halamannya .

“Di sini , orang telah tidak baik padanya. Mereka ingin melupakannya . Mereka pikir dia adalah ratu drama. Tapi apa yang bisa Anda lakukan?,” kata Ahmad Shah, teman masa kecil ayah Malala yang membantu menulis pidato Malala di forum PBB beberapa waktu lalu.

“Di sini, di Lembah Swat, kita telah melihat bahwa ada neraka dari pemerintahan Taliban. Namun, beberapa orang masih mengatakan mereka akan lebih suka dengan Taliban ketimbang Malala. Kadang-kadang orang itu tidak pernah belajar,” lanjut Shah.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
3 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
4 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
5 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
6 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
7 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved