China tolak tuduhan Jepang soal penguncian radar
Jum'at, 08 Februari 2013 - 19:46 WIB
China tolak tuduhan Jepang soal penguncian radar
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertahanan China pada Jumat (8/2/2013) membantah tuduhan Jepang yang menyebut sistem radar kapal perang Cina telah mengunci salah satu kapal Jepang.
"Pernyataan Sisi Jepang menentang fakta-fakta yang ada. Jepang secara sepihak membuat informasi yang tidak benar kepada media publik dan pejabat senior pemerintah Jepang membuat pernyataan tidak bertanggung jawab, yang disebut 'ancaman China'," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan China.
Insiden yang terjadi pada pekan lalu adalah yang pertama kalinya menyentuh kemungkinan untuk terjadinya konflik bersenjata antara kekuatan militer kedua negara.
Pada kedua tanggal yang dituduhkan Jepang, yakni 19 dan 30 Januari, Kementerian Pertahanan China menyatakan, bahwa radar kapal-kapal China mempertahankan operasi normal dan radar pengunci tidak digunakan.
“Tokyo mengeluarkan pernyataan sembarangan dan menyesatkan opini publik internasional," lanjut pernyataan itu.
Satu hari sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan kepada Parlemen Jepang, bahwa radar China telah mengunci kapal Jepang di kepulauan yang disengketakan oleh kedua negara.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut insiden radar itu sebagai "sangat disesalkan," "berbahaya" dan "provokatif". Namun, Abe juga mengatakan, bahwa dialog harus tetap menjadi pilihan bagi China dan Jepang.
"Kami tidak akan menutup jendela dialog. Ini adalah yang paling penting, "kata Abe. "Saya ingin China untuk kembali ke sikap yang lebih terbuka terhadap kemitraan strategis kami."
"Pernyataan Sisi Jepang menentang fakta-fakta yang ada. Jepang secara sepihak membuat informasi yang tidak benar kepada media publik dan pejabat senior pemerintah Jepang membuat pernyataan tidak bertanggung jawab, yang disebut 'ancaman China'," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan China.
Insiden yang terjadi pada pekan lalu adalah yang pertama kalinya menyentuh kemungkinan untuk terjadinya konflik bersenjata antara kekuatan militer kedua negara.
Pada kedua tanggal yang dituduhkan Jepang, yakni 19 dan 30 Januari, Kementerian Pertahanan China menyatakan, bahwa radar kapal-kapal China mempertahankan operasi normal dan radar pengunci tidak digunakan.
“Tokyo mengeluarkan pernyataan sembarangan dan menyesatkan opini publik internasional," lanjut pernyataan itu.
Satu hari sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan kepada Parlemen Jepang, bahwa radar China telah mengunci kapal Jepang di kepulauan yang disengketakan oleh kedua negara.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut insiden radar itu sebagai "sangat disesalkan," "berbahaya" dan "provokatif". Namun, Abe juga mengatakan, bahwa dialog harus tetap menjadi pilihan bagi China dan Jepang.
"Kami tidak akan menutup jendela dialog. Ini adalah yang paling penting, "kata Abe. "Saya ingin China untuk kembali ke sikap yang lebih terbuka terhadap kemitraan strategis kami."
(esn)