AS desak Tunisia untuk menahan diri dari kekerasan

Jum'at, 08 Februari 2013 - 19:44 WIB
AS desak Tunisia untuk...
AS desak Tunisia untuk menahan diri dari kekerasan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintah dan warga Tunisia untuk menahan diri dari aksi kekerasan, setelah terjadinya pembunuhan pada pemimpin oposisi utama di negara Afrika Utara, beberapa hari lalu.

"Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam demokrasi Tunisia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, seperti dikutip dari Xinhua. “Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah seputar isu pembunuhan. Ini hanya akan membawa lebih banyak kekerasan," lanjutnya.

Dia mendesak rakyat Tunisia untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan protes damai dan menyerukan pasukan keamanan Tunisia untuk menahan diri. Pernyataan Nuland ini muncul setelah Chokri Belaid, seorang pemimpin dari partai oposisi Front Populer ditembak mati di luar rumahnya, di Kota Tunis.

Kematian Belaid itu memicu kemarahan di negara Arab tersebut. Ribuan warga Tunisia turun ke jalan di Ibu Kota Tunis. Para demonstran ini terlibat bentrokan dengan aparat keamanan. Demonstran melemparkan batu ke arah pasukan keamanan, yang dibalas dengan tembakan gas air mata.

Setelah pembunuhan itu, Perdana Menteri Tunisia Hamadi Jebali mengumumkan rencananya untuk membentuk pemerintah baru teknokrat untuk memimpin negara sampai pemilihan berlangsung.

Nuland menyambut langkah-langkah yang diambil oleh partai politik Tunisia untuk mempertahankan dialog tentang masa depan politik negara itu.

"Terserah pemimpin Tunisia untuk memutuskan bagaimana untuk mengambil langkah demia kemajuan negara. Tapi, kami juga mendorong warga Tunisia, pemimpin politik mereka, untuk terus bekerja sama untuk menemukan konsensus sehingga konstitusi dapat diselesaikan dengan cepat,” lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
AS Desak Presiden Tunisia...
AS Desak Presiden Tunisia Segera Bentuk Pemerintahan yang Jujur
Mantan Presiden Tunisia:...
Mantan Presiden Tunisia: Hamas Gerakan Nasional dan AS Harus Siap Negosiasi
Pasca Kritikan Blinken,...
Pasca Kritikan Blinken, Tunisia Panggil Utusan Khusus AS
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
32 menit yang lalu
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
2 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
3 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
7 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
8 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved