Polemik Penunjukkan PM Baru, Raja Malaysia Bantah 'Kudeta Kerajaan'

Senin, 09 Maret 2020 - 09:15 WIB
Polemik Penunjukkan...
Polemik Penunjukkan PM Baru, Raja Malaysia Bantah 'Kudeta Kerajaan'
A A A
KUALA LUMPUR - Istana Kerajaan Malaysia membantah tudingan “kudeta kerajaan” dalam penunjukan perdana menteri (PM) baru negara itu setelah pemimpin veteran Mahathir Mohamad mengundurkan diri. Mereka menyatakan Raja Malaysia menggunakan kekuatan diskresinya yang dijamin dalam konstitusi.

Pernyataan Istana Malaysia itu merespons editorial harian asal Inggris, Guardian, pekan ini yang menyatakan Yang di-Pertuan Agung Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengabaikan hasil pemilu demokratis dengan menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai PM di tengah kamp oposisi mengklaim mayoritas di parlemen.

Muhyiddin dilantik pada Minggu lalu sebagai kepala pemerintahan dengan hak membentuk kabinet dengan kubu UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) yang dikalahkan pada pemilu 2018 oleh kelompok multietnik. Padahal mantan PM Najib Razak terjebak dalam banyak skandal korupsi. (Baca: Mahathir Mohamad: Muhyiddin Bukan PM Malaysia yang Sah)

Istana menyatakan penunjukan PM baru sebagai “panggilan kewajiban” setelah bertemu dengan semua anggota parlemen dan pemimpin partai politik sebelum menunjuk Muhyiddin sebagai orang yang memimpin mayoritas di parlemen. “Itu hanya terjadi setelah proses konsultasi terbuka yang sesuai dengan Konstitusi Federal, Yang Mulai mengeluarkan diskresinya sesuai dengan Konstitusi Federal untuk menunjuk PM baru,” demikian keterangan Istana Negara dilansir Reuters. Dengan demikian, Istana Negara mengklaim proses tersebut bukan proses “kudeta kerajaan”.

Muhyiddin diperkirakan akan mengungkap komposisi kabinetnya pada awal pekan depan. Dia menunda proses persidangan parlemen karena Mahathir Mohammad, 94, menentang pemerintahan Muhyiddin dengan pemungutan suara pemakzulan.

Dalam editorial Guardian menyebutkan di dunia di mana insting nasionalis dan otoriter berkuasa justru merusak kebebasan politik sehingga koalisi reformis di Malaysia yang memenangkan pemilu dua tahun lalu harus tersingkir. Guardian mencatat kalau UMNO kini kembali berkuasa karena “kudeta kerajaan”. “UMNO merupakan koalisi terbesar di kubu Muhyiddin. Ada kekhawatiran Muhyiddin akan mengakhiri dakwaan korupsi terhadap mantan PM Najib Razak,” tulis Guardian.

Namun, dukungan kepada Sultan Malaysia diungkapkan Wong Chun Wai, kolumnis di harian Straits Times. Wong mengungkapkan, Sultan Abdullah telah melakukan hal yang tepat dalam mengatasi ketidakpastian. Wong mengatakan, Raja Malaysia telah mengumpulkan pemimpin partai untuk merekomendasikan PM yang dipilih. “Muhyiddin telah mengumpulkan 114 suara atau dua suara lebih banyak untuk mayoritas sederhana,” katanya. (Baca juga: Mahathir Merasa Dikhianati Muhyiddin Yasin)

Dalam Konstitusi Federal Malaysia, raja bisa memilih PM untuk memimpin kabinet, tetapi penunjukan itu mendapatkan kepercayaan mayoritas anggota parlemen. Namun, Pakatan harapan mengklaim juga memiliki 114 anggota parlemen dan akan mengajukan banding. Sebanyak 18 suara yang menjadi penentu bagi Muhyiddin datang dari Gabungan Partai Sarawak (GPS).

“Raja Malaysia mengetahui dia tidak ingin berisiko membentuk pemerintahan lemah, sehingga dia memastikan dukungan minimal 112 anggota parlemen,” kata Wong. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Tua-tua Keladi, Mahathir...
Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air
Masuk Rumah Sakit, Mahathir...
Masuk Rumah Sakit, Mahathir Mohammad Lakukan Pemeriksaan Medis dan Observasi
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Mahathir Mohamad Dikeluarkan...
Mahathir Mohamad Dikeluarkan dari Partainya Sendiri
Mahathir: Pemimpin Partai...
Mahathir: Pemimpin Partai Pribumi Bersatu Berpaling dari Janji Mereka
Diusir Partainya Sendiri,...
Diusir Partainya Sendiri, Mahathir Melawan
Berita Terkini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
29 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
53 menit yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved