Diusir Partainya Sendiri, Mahathir Melawan
Selasa, 09 Juni 2020 - 20:52 WIB
loading...
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad menggugat pemecatannya dari Partai Bersatu. Foto/Nation Thailand
A
A
A
KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia , Mahathir Mohamad , bersama lima tokoh senior lainnya di Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), menggugat pemecatan mereka dari partai tersebut.
Dalam gugatannya, Mahathir, dalam kapasitasnya sebagai ketua Partai Bersatu, dan penggugat lainnya menginginkan pengadilan untuk menyatakan bahwa Muhyiddin Yassin bukanlah ketua pelaksana partai. (Baca: Mahathir Mohamad dan Putranya Diusir dari Partainya Sendiri )
Mereka mengatakan bahwa pemutusan keanggotaan mereka oleh sekretaris eksekutif Partai Bersatu, Muhammad Suhaimi Yahya, tidak sah karena yang terakhir tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan mereka dari partai.
Mereka juga mengatakan bahwa Muhammad Suhaimi, yang ditunjuk oleh Muhyiddin sebagai sekretaris eksekutif, tidak diakui di bawah konstitusi partai.
Mahathir dan penggugat lainnya mengatakan tindakan mereka untuk tidak duduk bersama dengan pemerintah Perikatan Nasional (PN) di parlemen tidak boleh ditafsirkan jika mereka "pergi" dari partai atau bergabung dengan dengan partai politik lain.
Dalam gugatannya, Mahathir, dalam kapasitasnya sebagai ketua Partai Bersatu, dan penggugat lainnya menginginkan pengadilan untuk menyatakan bahwa Muhyiddin Yassin bukanlah ketua pelaksana partai. (Baca: Mahathir Mohamad dan Putranya Diusir dari Partainya Sendiri )
Mereka mengatakan bahwa pemutusan keanggotaan mereka oleh sekretaris eksekutif Partai Bersatu, Muhammad Suhaimi Yahya, tidak sah karena yang terakhir tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan mereka dari partai.
Mereka juga mengatakan bahwa Muhammad Suhaimi, yang ditunjuk oleh Muhyiddin sebagai sekretaris eksekutif, tidak diakui di bawah konstitusi partai.
Mahathir dan penggugat lainnya mengatakan tindakan mereka untuk tidak duduk bersama dengan pemerintah Perikatan Nasional (PN) di parlemen tidak boleh ditafsirkan jika mereka "pergi" dari partai atau bergabung dengan dengan partai politik lain.
Lihat Juga :