Bersumpah Caplok Tepi Barat, Dunia Arab Ramai-ramai Kecam Netanyahu

Rabu, 11 September 2019 - 05:27 WIB
Bersumpah Caplok Tepi...
Bersumpah Caplok Tepi Barat, Dunia Arab Ramai-ramai Kecam Netanyahu
A A A
AMMAN - Dunia Arab ramai-ramai menyampaikan protes dan kecaman kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Penyebabnya adalah Netanyahu bersumpah akan mencaplok sebagian Tepi Barat jika terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Israel.

Netanyahu membuat pernyataan itu hanya satu minggu menjelang pemilu. Pernyataan itu pun menuai protes dari lawan-lawannya, partai Kahol Lavan dan Uni Demokrat. Kedua pihak tidak berhasil mencegah apa yang mereka lihat sebagai "pemilihan ilegal".

Pernyataan itu juga disambut dengan kritik keras dari Liga Arab. Liga Arab menyatakan bahwa aneksasi bagian-bagian dari Tepi Barat akan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.

"Langkah semacam itu hanya akan menghambat proses perdamaian Israel-Palestina," ujar Sekretaris jendral Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (11/9/2019).

Sementara Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi juga mengecam janji Netanyahu, dengan mengatakan bahwa pemenuhan janji itu akan mendorong seluruh wilayah menuju kekerasan.

"Tindakan sepihak yang ia usulkan berisiko membunuh seluruh proses perdamaian dan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan itu," sambung Safadi.

Netanyahu membuat janji serupa menjelang pemilihan sebelumnya pada bulan April lalu, tetapi kemudian gagal membentuk aliansi dengan pihak lain untuk mendapatkan pemerintahan mayoritas dalam batas satu bulan. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan pemilu baru perlu diadakan, yang akan berlangsung pada 17 September mendatang.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Israel dilaporkan telah melobi pemerintah Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang dikuasainya di Tepi Barat. Pejabat Palestina telah berulang kali mengkritik Israel atas kegiatan penyelesaiannya di Tepi Barat.

Tujuan yang diumumkan untuk mencaplok Lembah Jordan dan permukiman Tepi Barat datang di tengah kebijakan Israel baru-baru ini yang berfokus pada menegakkan klaim teritorialnya dengan dukungan dari pemerintah AS saat ini. Washington telah mendukung klaim Tel Aviv atas Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibukotanya, serta klaim negara Yahudi itu atas Dataran Tinggi Golan, yang telah dikontrol Israel sejak Perang Enam Hari 1967.
(ian)
Berita Terkait
Heboh Peta Israel Raya,...
Heboh Peta Israel Raya, Provokasi Zionis atau Rencana Nyata Caplok Negara-negara Arab?
Kritik Pasifnya Militer...
Kritik Pasifnya Militer Arab, Abu Ubaidah Puji Pria Yordania Tembak Mati 3 Penjaga Keamanan Israel
Trump dan Netanyahu...
Trump dan Netanyahu Berisiko Hancurkan Perjanjian Damai Israel dengan 2 Negara Arab
Negara-negara Arab Ini...
Negara-negara Arab Ini Bisa Lumpuhkan Israel dengan Blokade, Mengapa Tak Melakukannya?
3 Alasan Yordania Bersahabat...
3 Alasan Yordania Bersahabat dengan Israel
Siapa Pembuat Peta Israel...
Siapa Pembuat Peta Israel Raya yang Bikin Dunia Arab Marah?
Berita Terkini
Iran Gantung Mata-mata...
Iran Gantung Mata-mata AS-Israel, Namanya Mojtaba
28 menit yang lalu
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
1 jam yang lalu
Trump Berubah Lagi,...
Trump Berubah Lagi, Perintahkan Negosiator AS Jangan Terburu-buru Deal dengan Iran
1 jam yang lalu
Rusia Akui Bombardir...
Rusia Akui Bombardir Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Berkemampuan Nuklir
2 jam yang lalu
Mengapa Ada 2 Kelompok...
Mengapa Ada 2 Kelompok di Iran, Pendukung Diplomasi dan Perlawanan Tanpa Henti?
4 jam yang lalu
3 Alasan Iran Akan Mendapatkan...
3 Alasan Iran Akan Mendapatkan Apa yang Diinginkannya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved