WSJ: Via Perjanjian Rahasia, China Gunakan Pangkalan Militer Kamboja

Senin, 22 Juli 2019 - 08:37 WIB
WSJ: Via Perjanjian...
WSJ: Via Perjanjian Rahasia, China Gunakan Pangkalan Militer Kamboja
A A A
PHNOM PENH - Kamboja dilaporkan telah menandatangani perjanjian rahasia dengan China yang memberikan izin bagi Beijing menggunakan pangkalan Angkatan Laut di negara Asia Tenggara tersebut. Laporan itu dipublikasikan The Wall Street Journal (WSJ), hari Minggu.

Menurut WSJ, para pejabat yang AS menerima rancangan awal perjanjian—yang ditandatangani pada musim semi ini—mengatakan bahwa Kamboja akan memberikan China akses ke pangkalan Angkatan Laut yang terletak di Ream di Teluk Thailand (Teluk Siam) selama 30 tahun, dengan pembaruan otomatis setiap 10 tahun.

Namun, baik Beijing dan Phnom Penh telah berulang kali membantah bahwa kesepakatan telah terjadi. Juru bicara pemerintah Kamboja menolak laporan media Amerika Serikat tersebut dan menganggapnya sebagai "berita palsu" atau "hoax".

"Tidak ada yang terjadi seperti itu," katanya kepada The Wall Street Journal, yang dikutip Senin (22/7/2019).

Sebelumnya pada bulan Januari, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyebut desas-desus kesepakatan itu sebagai "berita palsu". "Konstitusi Kamboja tidak mengizinkan negara mana pun untuk mendirikan pangkalan militer di negara ini," katanya.

Pada saat itu, Departemen Pertahanan AS mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh untuk menanyakan mengapa Phnom Penh menolak tawaran untuk memperbaiki Pangkalan Angkatan Laut Ream.

Juru bicara departemen tersebut mengomentari masalah pada bulan Januari lalu dengan mengatakan; "Mungkin, akan ada beberapa perubahan di masa depan."

Para pejabat AS kini membahas bagaimana mereka dapat memengaruhi dan membujuk Phnom Penh untuk membalikkan keputusan tersebut, karena pangkalan itu akan memungkinkan China untuk mengirim personil militer, menyimpan senjata dan kapal perang berlabuh lebih dekat ke daerah-daerah sensitif.

AS dan sekutunya telah mencoba untuk mencegah Kamboja agar tidak mengizinkan perusahaan China membangun Bandara Internasional Dara Sakor, yang akan dibuka pada 2020. Bandara—dibangun dengan masa sewa 99 tahun—memiliki landasan pacu sepanjang 2 mil yang menurut The Hill cocok untuk pesawat militer transportasi berat China.

Hubungan antara Kamboja dan Amerika Serikat mencapai titik terendah pada Agustus 2017 setelah Phnom Penh menuduh Washington mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.

Pada bulan Januari, media Kamboja berspekulasi bahwa pangkalan Angkatan Laut China di pantai Kamboja akan memberi Beijing akses ke sayap baru di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan, yang menjadi tempat China terlibat dalam pertikaian yang berkelanjutan dengan AS terkait masalah kebebasan navigasi.
(mas)
Berita Terkait
Militer AS Akui Intip...
Militer AS Akui Intip Latihan Militer China di LCS
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Bela Filipina, Militer...
Bela Filipina, Militer AS Janji Lawan Perilaku Agresif China
Bikin Panas, Militer...
Bikin Panas, Militer China Latihan Pendaratan di Laut China Selatan
Konsolidasi Hadapi China,...
Konsolidasi Hadapi China, Militer Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Tahunan
Kapal Perusak AS Berlayar...
Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Paracel, Langsung Diusir Militer China
Berita Terkini
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
53 menit yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
1 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
2 jam yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
4 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved