Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS

Jum'at, 03 Juli 2020 - 14:04 WIB
loading...
Pentagon Prihatin China...
Pentagon prihatin China gelar latihan militer di Laut China Selatan (LCS). Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terhadap latihan militer yang dilakukan China di Laut China Selatan (LCS). Departemen Pertahanan AS mengatakan hal itu akan semakin mengguncang situasi di perairan yang disengketakan.

"Melakukan latihan militer atas wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan kontraproduktif dengan upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2020).

China pekan lalu mengumumkan mereka telah merencanakan latihan militer selama lima hari mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh Vietnam dan China. (Baca: ASEAN dan China Berseteru, Dua Kapal Induk AS Unjuk Kekuatan )

"Latihan militer adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan RRC untuk menegaskan klaim-klaim maritim yang melanggar hukum dan merugikan tetangga-tetangga Asia Tenggara di Laut China Selatan," sambung pernyataan itu, merujuk pada Republik Rakyat China.

AS menuduh China melakukan militerisasi di Laut China Selatan dan berusaha mengintimidasi tetangga-tetangga Asianya yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang banyak.

China mengklaim 90% dari Laut China Selatan yang berpotensi kaya energi miliknya. Namun Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim wilayah itu, di mana kawasan itu menjadi lalu lintas perdagangan senilai sekitar USD3 triliun. (Baca: Pompeo: Penyelesaian Isu Laut China Selatan Harus Sesuai Hukum Internasional )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved