Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
Jum'at, 04 April 2025 - 10:09 WIB
loading...
Sultan Qaboos berkuasa 50 tahun setelah menggulingkan ayahnya dalam kudeta istana. Foto/Times of Oman
A
A
A
GAZA - Pada tanggal 10 Januari 2020, Sultan Qaboos yang berkuasa lama dan banyak dipuji dari Oman meninggal dunia, memulai proses suksesi yang rumit dan kuno di negara tersebut. Sebuah amplop tertutup yang berisi nama Sultan baru, Haitham bin Tariq al Said telah dibuka, mengakhiri spekulasi selama satu dekade tentang siapa di antara kerabat Sultan yang tidak memiliki anak yang akan menggantikannya.
Keberhasilan utamanya termasuk menjaga netralitas negara dalam pertikaian yang sedang berlangsung antara Qatar dan negara-negara tetangganya, memfasilitasi pembebasan tiga pendaki Amerika yang ditahan oleh Iran pada tahun 2009, dan memainkan peran mediasi dalam pembicaraan antara AS dan Iran yang menghasilkan kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2015.
Melansir encyclopediageopolitica, dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan Qaboos menurun, yang menyebabkan spekulasi luas tentang umur panjangnya dan siapa yang mungkin menggantikan penguasa yang tidak memiliki anak itu. Beberapa perjalanan tergesa-gesa ke fasilitas medis Eropa dengan dua jet Royal 747 (nomor registrasi A4O-OMN dan A4O-HMS), dikombinasikan dengan absennya Sultan dalam waktu lama dari kehidupan publik, menyebabkan spekulasi seputar risiko seputar proses suksesi itu sendiri, yang dapat dimanfaatkan oleh cabang-cabang keluarga yang ambisius sebagai kesempatan langka untuk membajak garis keturunan kerajaan.
Baca Juga: Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Keluarga Al Said telah memerintah Oman sejak 1744, dan tidak adanya pewaris langsung pada masa pemerintahan Sultan Qaboos menimbulkan tantangan yang berpotensi rumit bagi keluarga Kerajaan. Setelah pemakaman Sultan (dihadiri oleh puluhan ribu warga Oman yang berduka), proses seleksi yang telah lama ditunggu-tunggu dimulai; Dewan Kerajaan Oman secara resmi diberi waktu tiga hari untuk memilih Sultan baru berdasarkan interpretasi keinginan mendiang penguasa.
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
1. Sudah Berkuasa 50 Tahun
Sultan Qaboos memimpin Oman selama 50 tahun dan berperan penting dalam mengarahkan kebijakan luar negeri Oman yang bijaksana dengan cara yang telah menjaga negara tersebut terisolasi dari turbulensi yang mencengkeram negara-negara tetangganya.Keberhasilan utamanya termasuk menjaga netralitas negara dalam pertikaian yang sedang berlangsung antara Qatar dan negara-negara tetangganya, memfasilitasi pembebasan tiga pendaki Amerika yang ditahan oleh Iran pada tahun 2009, dan memainkan peran mediasi dalam pembicaraan antara AS dan Iran yang menghasilkan kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2015.
Melansir encyclopediageopolitica, dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan Qaboos menurun, yang menyebabkan spekulasi luas tentang umur panjangnya dan siapa yang mungkin menggantikan penguasa yang tidak memiliki anak itu. Beberapa perjalanan tergesa-gesa ke fasilitas medis Eropa dengan dua jet Royal 747 (nomor registrasi A4O-OMN dan A4O-HMS), dikombinasikan dengan absennya Sultan dalam waktu lama dari kehidupan publik, menyebabkan spekulasi seputar risiko seputar proses suksesi itu sendiri, yang dapat dimanfaatkan oleh cabang-cabang keluarga yang ambisius sebagai kesempatan langka untuk membajak garis keturunan kerajaan.
Baca Juga: Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
2. Berkuasa setelah Menggulingkan Ayahnya Sendiri
Kerahasiaan dan redundansi seputar proses ini disebabkan oleh kekhawatiran Sultan bahwa calon penerus dapat memperoleh cukup kekuasaan untuk menantangnya saat ia masih hidup; bukan kekhawatiran yang terlalu imajinatif mengingat Qaboos sendiri berkuasa dengan menggulingkan ayahnya sendiri dalam kudeta istana.Keluarga Al Said telah memerintah Oman sejak 1744, dan tidak adanya pewaris langsung pada masa pemerintahan Sultan Qaboos menimbulkan tantangan yang berpotensi rumit bagi keluarga Kerajaan. Setelah pemakaman Sultan (dihadiri oleh puluhan ribu warga Oman yang berduka), proses seleksi yang telah lama ditunggu-tunggu dimulai; Dewan Kerajaan Oman secara resmi diberi waktu tiga hari untuk memilih Sultan baru berdasarkan interpretasi keinginan mendiang penguasa.
Lihat Juga :