Rusia Tolak Intervensi Asing di Sudan, Provokator Harus Disikat

Kamis, 06 Juni 2019 - 17:09 WIB
Rusia Tolak Intervensi...
Rusia Tolak Intervensi Asing di Sudan, Provokator Harus Disikat
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia pada hari Kamis (6/6/2019) mengatakan bahwa pihaknya menentang intervensi asing dalam krisis politik di Sudan. Menurut Moskow, pihak berwenang di Khartoum harus menundukkan kelompok yang digambarkan sebagai ekstremis dan provokator.

Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov mengatakan bahwa Moskow lebih menyukai dialog nasional tentang masa transisi menuju pemilu baru di negara Afrika tersebut.

"Secara alamiah, untuk melakukan itu, Anda perlu komando yang dipaksakan, dan Anda perlu berperang melawan ekstremis dan provokator yang tidak ingin situasi stabil," kata Bogdanov seperti dikutip kantor berita RIA.

"Itulah situasinya sekarang, tetapi kami menentang intervensi eksternal, tindakan apa pun pada orang Sudan," lanjut dia.

Dia tidak mengidentifikasi kelompok mana yang dianggap ekstremis dan provokator.

Dewan Transisi Militer (TMC) mengambil alih kekuasaan setelah kudeta terhadap Presiden Omar al-Bashir pada April lalu. TMC dekat dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sedangkan Rusia telah bekerja sama dengan musuh regional Arab Saudi; Iran di beberapa wilayah termasuk di Suriah.

Pada hari Senin, pasukan keamanan di Sudan menyerbu sebuah kamp protes tempat di mana para demonstran pro-oposisi melakukan demo duduk. Para demonstran menyerukan militer menyerahkan kekuasaan ke sipil dan mewujudkan transisi ke demokrasi.

Korban tewas dari serangan pasukan keamanan Sudan di area protes duduk demonstran tersebut menewaskan lebih dari 100 orang. Komite Pusat Dokter Sudan (CCSD) yang dianggap pro-oposisi mengatakan, dari ratusan korban tewas, 40 mayat di antaranya dibuang di Sungai Nil oleh paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF). (Baca: Korban Pembantaian di Sudan 100 Orang, 40 Mayat Dibuang di Sungai Nil )

Dalam keterangan terbaru, CCSD mengatakan jumlah korban tewas sudah mencapai 108 orang akibat serangan pasukan keamanan dan kerusuhan lainnya.

Kepala TMC Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan telah memerintahkan penyelidikan atas kematian orang-orang tersebut. Militer meminta maaf kepada rakyat Sudan dan menawarkan pembicaraan dengan kelompok oposisi.
(mas)
Berita Terkait
Arab Saudi-AS Desak...
Arab Saudi-AS Desak Para Jenderal Sudan Patuhi Gencatan Senjata
Arab Saudi-AS Sebut...
Arab Saudi-AS Sebut Situasi di Sudan Membaik, Gencatan Senjata Mulai Dipatuhi
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Ini Negara yang Sudah...
Ini Negara yang Sudah Mengevakuasi Warganya dari Sudan
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
32 menit yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
1 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
1 jam yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
2 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
3 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved