Arab Saudi-AS Sebut Situasi di Sudan Membaik, Gencatan Senjata Mulai Dipatuhi
Jum'at, 26 Mei 2023 - 23:50 WIB
loading...
Arab Saudi-AS Sebut Situasi di Sudan Membaik, Gencatan Senjata Mulai Dipatuhi. FOTO/Reuters
A
A
A
KHARTOUM - Dua penggagas gencatan sejata di Sudan , Saudi Arabia dan Amerika Serikat (AS) sama-sama mencatat temuan positif pasca terjadinya pelanggaran gencatan senjata serius pada Rabu (24/5/2023) lalu. Menurut pernyataan bersama Saudi-AS, situasi di Sudan telah membaik.
“Dalam kapasitas mereka sebagai fasilitator, Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat mencatat peningkatan penghormatan terhadap Perjanjian Gencatan Senjata Jangka Pendek dan Pengaturan Kemanusiaan di #Sudan pada 25 Mei,” bunyi pernyataan bersama Saudi-AS, seperti dikutip dari Arab News, Jumat (26/5/2023).
Baca juga: Arab Saudi-AS Desak Para Jenderal Sudan Patuhi Gencatan Senjata
Kedua belah pihak menyetujui gencatan senjata yang ditandatangani pada 20 Mei 2023, setelah pembicaraan di Jeddah. Tetapi pada hari-hari berikutnya terjadi serangkaian bentrokan kekerasan – dengan tembakan bergema di ibu kota Sudan pada Selasa (23/5/2023).
Tetapi, pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan, mereka dan fasilitator AS khawatir bahwa tidak ada pihak yang mematuhi komitmennya “untuk tidak mencari keuntungan militer selama periode 48 jam setelah perjanjian ditandatangani.”
“Dalam kapasitas mereka sebagai fasilitator, Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat mencatat peningkatan penghormatan terhadap Perjanjian Gencatan Senjata Jangka Pendek dan Pengaturan Kemanusiaan di #Sudan pada 25 Mei,” bunyi pernyataan bersama Saudi-AS, seperti dikutip dari Arab News, Jumat (26/5/2023).
Baca juga: Arab Saudi-AS Desak Para Jenderal Sudan Patuhi Gencatan Senjata
Kedua belah pihak menyetujui gencatan senjata yang ditandatangani pada 20 Mei 2023, setelah pembicaraan di Jeddah. Tetapi pada hari-hari berikutnya terjadi serangkaian bentrokan kekerasan – dengan tembakan bergema di ibu kota Sudan pada Selasa (23/5/2023).
Tetapi, pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan, mereka dan fasilitator AS khawatir bahwa tidak ada pihak yang mematuhi komitmennya “untuk tidak mencari keuntungan militer selama periode 48 jam setelah perjanjian ditandatangani.”
Lihat Juga :