Bom Kembar di Gereja Filipina Selatan Tewaskan 21 Orang

Minggu, 27 Januari 2019 - 14:53 WIB
Bom Kembar di Gereja...
Bom Kembar di Gereja Filipina Selatan Tewaskan 21 Orang
A A A
MANILA - Korban tewas akibat ledakan bom kembar selama kebaktian gereja di Filipina selatan menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 71 lainnya. Serangan bom ini terjadi beberapa hari setelah referendum otonomi untuk wilayah yang sebagian besar penduduknya Muslim itu.

Ledakan pertama meledak terjadi di dalam katedral di Jolo, di provinsi pulau Sulu, yang kemudian diikuti oleh ledakan kedua di tempat parkir di luar gereja, menewaskan militer dan warga sipil, kata para pejabat.

Tidak ada klaim tanggung jawab segera atas serangan tersebut.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan mendesak penduduk setempat untuk waspada serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyangkal kemenangan terorisme.

"Kami akan menggunakan kekuatan penuh hukum untuk mengadili para pelaku di balik insiden ini," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/1/2019).

Warga sipil menanggung beban terberat dari serangan itu, yang juga menewaskan sedikitnya tujuh tentara.

Kolonel Gerry Besana, juru bicara Komando Militer Mindanao Barat, mengatakan pemeriksaan terhadap bahan bom akan mengungkap siapa yang berada di baliknya.

Kepala polisi nasional Oscar Albayalde mengatakan ada kemungkinan kelompok militan Abu Sayyaf terlibat.

"Mereka ingin mengganggu perdamaian dan ketertiban, mereka ingin menunjukkan kekuatan dan menabur kekacauan," kata Albayalde di radio.

Serangan bom itu menyusul pengumuman pada hari Jumat bahwa penduduk wilayah itu setuju untuk menjadi daerah otonom pada tahun 2022. Ini meningkatkan harapan untuk perdamaian di salah satu daerah termiskin dan paling dilanda konflik di Asia.

Baca: Referendum, Muslim Mindanao Memilih Jadi Daerah Otonom

Hasil referendum yang digelar pada hari Senin sebanayak 85% pemilih mendukung berdirinya daerah otonom yang disebut Bangsamoro. Meskipun Sulu adalah salah satu di antara beberapa daerah yang menolak otonomi, namun wilayah itu masih akan menjadi bagian dari entitas baru.

Jolo sendiri merupakan kubu Abu Sayyaf, yang memiliki reputasi untuk aksi pemboman dan kebrutalan, dan karena telah berjanji setia kepada Negara Islam (ISIS). Kelompok militan itu juga terlibat dalam aksi pembajakan dan penculikan.

Referendum pekan lalu datang pada saat yang kritis bagi Filipina, yang berharap dapat mengakhiri konflik selama beberapa dekade di Mindanao yang menurut para ahli telah memunculkan ekstremisme.

Hal itu telah memicu kekhawatiran bahwa radikal asing akan tertarik ke Mindanao untuk memanfaatkan perbatasan keropos, hutan dan gunung, dan banyak senjata.
(ian)
Berita Terkait
Tiga WNI Korban Sandera...
Tiga WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Group Berhasil Diselamatkan
1 WNI Sandera Abu Sayyaf...
1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
Seorang Warga Indonesia...
Seorang Warga Indonesia yang Disandera Abu Sayyaf Tewas Ditembak
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
KBRI Manila Terima 4...
KBRI Manila Terima 4 WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Group
Berita Terkini
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
16 menit yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
1 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
2 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
3 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
4 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
5 jam yang lalu
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved