alexametrics

Referendum, Muslim Mindanao Memilih Jadi Daerah Otonom

loading...
Referendum, Muslim Mindanao Memilih Jadi Daerah Otonom
Sebanyak 1,5 juta orang memilih untuk mendukung menjadi wilayah Mindanao yang berada di Filipina selatan menjadi daerah otonom dalam referendum awal pekan ini. Foto/Istimewa
A+ A-
MANILA - Muslim di Filipina selatan memilih untuk menjadi wilayah otonom dalam referendum yang digelar untuk mengakhiri kekerasan yang berlangsung hampir setengah abad.

Komisi Pemilihan mengatakan bahwa Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao dianggap telah diratifikasi setelah dilakukannya referendum pada awal pekan ini. Dikatakan bahwa 1,5 juta orang memilih untuk mendukung menjadi wilayah otonom.

Baca: Filipina Gelar Referendum untuk Otonomi Muslim di Mindanao



Bangsamoro menggantikan daerah otonom yang ada yang dilanda kemiskinan dengan entitas yang lebih besar, dengan pendanaan yang lebih baik, dan lebih kuat.

Ini adalah hasil dari upaya perdamaian penuh gejolak oleh pemerintah di Manila dan Front Pembebasan Islam Moro, kelompok pemberontak Muslim utama, untuk menyegel kesepakatan yang ditandatangani pada 2014 tetapi mendekam di Kongres Filipina hingga akhirnya disetujui tahun lalu.

Pertumpahan darah termasuk pengepungan kota Marawi oleh gerilyawan terkait Negara Islam (ISIS) dan pemboman lainnya serta serangan di selatan sempat mengancam akan menggagalkan kesepakatan ini.

"Ratifikasi undang-undang otonomi menandai awal dari pemerintahan baru dan perjalanan lain menuju perdamaian," kata Komisaris Susana Anayatin dari Komisi Transisi Bangsamoro seperti dilansir dari AP, Sabtu (26/1/2019).

Di bawah kesepakatan itu, para pemberontak melepaskan tujuan mereka dari negara merdeka di Filipina yang mayoritas beragama Kristen dengan imbalan otonomi luas, meskipun mereka awalnya menginginkan sebuah unit federal dengan lebih banyak kekuatan. 30.000 hingga 40.000 pejuang mereka harus didemobilisasi. Parlemen regional akan bertanggung jawab atas urusan sehari-hari.

Ketua pemberontak Moro, Al Haj Murad Ebrahim, telah mengimbau masyarakat internasional untuk berkontribusi pada dana perwalian yang akan digunakan untuk membiayai transisi pemberontak yang selama beberapa dekade melancarkan salah satu pemberontakan terpanjang di Asia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak