Erdogan Tak Niat Sakiti Kerajaan Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Minggu, 02 Desember 2018 - 06:07 WIB
Erdogan Tak Niat Sakiti...
Erdogan Tak Niat Sakiti Kerajaan Saudi soal Pembunuhan Khashoggi
A A A
BUENOS AIRES - Presiden Tayyip Erdogan mengatakan desakan Turki untuk menemukan kebenaran di balik pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tidak ditujukan untuk menyakiti keluarga Kerajaan Arab Saudi. Jurnalis pengkritik rezim Riyadh itu dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober lalu.

Berbicara kepada wartawan di KTT G20 di Buenos Aires, Erdogan mengatakan bahwa penyelesaian kasus pembunuhan Khashoggi akan menjadi kepentingan monarki Saudi.

"Kami belum pernah melihat ini sebagai masalah politik," kata Erdogan. "Kami ingin memastikan bahwa pembunuhan terungkap dalam semua aspek dan bahwa para pelaku diadili," ujarnya pada hari Sabtu, yang dilansir Reuters, Minggu (2/12/2018).

Pembunuhan wartawan Arab Saudi itu telah mengusik hubungan Riyadh dengan Barat dan menghantam citra pemimpin de facto-nya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, di luar negeri.

Pemerintah Riyadh telah menegaskan bahwa Putra Mahkota tidak tahu dan tidak terlibat pembunuhan itu. Setelah menawarkan banyak penjelasan yang kontradiktif, Riyadh mengakui bahwa Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasi ketika negosiasi untuk membujuknya untuk kembali ke Arab Saudi gagal.

Erdogan mengatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh pimpinan tertinggi Saudi, tetapi bukan oleh Raja Salman. Komentar itu secara tersirat menunjuk pada Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

"Kami tidak memiliki kepentingan untuk mencelakakan negara Arab Saudi atau keluarga Kerajaan Saudi. Kami yakin membawa terang-benderang dari semua aspek pembunuhan dan penuntutan semua pelaku akan menjadi kepentingan Arab Saudi," katanya.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dia mengangkat masalah pembunuhan Khashoggi saat berada di forum KTT G20.

Pada sebuah konferensi pers di Buenos Aires, Trudeau mengatakan dia memiliki "percakapan jujur" dengan Putra Mahkota Saudi saat makan malam bersama para pemimpin dunia, hari Jumat.

"Saya berbicara dengan Putra Mahkota untuk menyoroti keprihatinan kami dan kebutuhan untuk jawaban yang lebih baik atas pembunuhan Khashoggi dan perlunya gencatan senjata di Yaman," kata Trudeau.

Negara-negara Barat menyerukan untuk mengakhiri kampanye militer yang dipimpin Saudi di negara tetangganya, Yaman, yang diluncurkan oleh Pangeran Mohammed. Alasannya, agresi koalisi pimpinan Saudi itu telah menciptakan krisis kemanusiaan yang memburuk di Yaman.
(mas)
Berita Terkait
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan...
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tinggal di Vila Bintang Tujuh Riyadh
BREAKING NEWS-Pria Arab...
BREAKING NEWS-Pria Arab Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi Ditangkap di Prancis
Berita Terkini
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
32 menit yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
1 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
2 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
2 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
3 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved