Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Senin, 27 Juli 2026 - 14:16 WIB
loading...
Komanda CENTCOM klaim serangan AS di sekitar Homuz tidak efektif, kecuali perang besar-besaran. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Komandan tertinggi AS di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa menyerang target Iran di sekitar Selat Hormuz tidak lagi efektif. Itu dilaporkan Axios pada hari Minggu, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.
Cooper, yang memimpin Komando Pusat AS (CENTCOM), dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa target pemboman yang telah ditentukan di daerah tersebut sebagian besar telah habis. Ia menambahkan bahwa tidak ada gunanya melanjutkan serangan kecuali AS kembali ke operasi tempur besar-besaran, menurut Axios.
Trump menghentikan serangan pada hari Jumat, mengakhiri kampanye pengeboman selama 13 hari secara tiba-tiba di tengah laporan bahwa mediator regional bergegas untuk menengahi gencatan senjata baru.
Beberapa media berita Amerika melaporkan bahwa Trump juga khawatir tentang menipisnya persediaan pencegat yang digunakan untuk melawan serangan rudal dan drone balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan di seluruh Timur Tengah. Namun, Trump membantah bahwa AS kekurangan amunisi.
Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, tetap ditutup untuk pelayaran komersial reguler meskipun Amerika menyerang infrastruktur pelabuhan dan situs militer Iran di selatan negara itu. AS melanjutkan blokade maritimnya terhadap Iran awal bulan ini setelah serangan terhadap kapal tanker yang mencoba melintasi selat tersebut.
Kedua belah pihak telah mengisyaratkan bahwa gencatan senjata, yang pertama kali dicapai pada bulan April dan kemudian diperluas melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 17 Juni, pada dasarnya telah berakhir.
Cooper, yang memimpin Komando Pusat AS (CENTCOM), dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa target pemboman yang telah ditentukan di daerah tersebut sebagian besar telah habis. Ia menambahkan bahwa tidak ada gunanya melanjutkan serangan kecuali AS kembali ke operasi tempur besar-besaran, menurut Axios.
Trump menghentikan serangan pada hari Jumat, mengakhiri kampanye pengeboman selama 13 hari secara tiba-tiba di tengah laporan bahwa mediator regional bergegas untuk menengahi gencatan senjata baru.
Beberapa media berita Amerika melaporkan bahwa Trump juga khawatir tentang menipisnya persediaan pencegat yang digunakan untuk melawan serangan rudal dan drone balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan di seluruh Timur Tengah. Namun, Trump membantah bahwa AS kekurangan amunisi.
Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, tetap ditutup untuk pelayaran komersial reguler meskipun Amerika menyerang infrastruktur pelabuhan dan situs militer Iran di selatan negara itu. AS melanjutkan blokade maritimnya terhadap Iran awal bulan ini setelah serangan terhadap kapal tanker yang mencoba melintasi selat tersebut.
Kedua belah pihak telah mengisyaratkan bahwa gencatan senjata, yang pertama kali dicapai pada bulan April dan kemudian diperluas melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 17 Juni, pada dasarnya telah berakhir.
Lihat Juga :