Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?

Senin, 27 Juli 2026 - 15:45 WIB
loading...
Rudal Iran Makin Akurat...
Citra satelit menunjukkan kehancuran Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang dioperasikan AS akibat serangan rudal dan drone Iran. Foto/X @EGYOSINT
A A A
TEHERAN - Pertanyaan semakin meningkat mengenai sejauh mana Rusia dan China membantu serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan sekutu regionalnya. Ini menyusul laporan bahwa serangan rudal Teheran yang semakin akurat telah dibantu oleh citra satelit China dan taktik yang diadaptasi dari perang Rusia di Ukraina.

Sebuah laporandari The Guardian menyebutkan bahwa serangan Iran baru-baru ini mencerminkan "transformasi nyata" dalam kemampuan rudal balistiknya. Laporan tersebut mengutip analis yang menunjukkan peningkatan intelijen, navigasi rudal, kemampuan manuver, dan perencanaan serangan terkoordinasi.

Baca Juga: Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah

Laporan itu menyusul serangan rudal Iran pekan lalu di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, di mana tiga tentara AS tewas meskipun pangkalan tersebut dilindungi oleh sistem Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) Amerika yang terkenal canggih. Citra satelit yang kemudian diterbitkan oleh media Iran menunjukkan beberapa bangunan telah hancur.

Sementara Pentagon sedang menyelidiki mengapa sistem pertahanan udara tersebut gagal, para analis mengatakan serangan itu telah menyoroti kemampuan Iran untuk menyerang target dengan presisi yang semakin tinggi meskipun AS berulang kali menyatakan bahwa kemampuan militernya telah sangat menurun.

Bukti Apa soal Klaim Bantuan China?


Laporan menunjukkan bahwa citra satelit China telah digunakan oleh Iran untuk mengidentifikasi instalasi militer AS dan infrastruktur penting di seluruh Teluk.

Pada bulan Mei, AS menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan China yang dituduh menyediakan citra satelit kepada Iran. Di antaranya adalah Mizar Vision, yang menurut Washington telah mengungkap lokasi pesawat militer AS serta sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD di pangkalan-pangkalan di Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania.

Selain citra satelit, program rudal Iran juga dipahami sangat bergantung pada elektronik buatan China dan amonium perklorat, komponen kunci dalam bahan bakar roket padat, sementara sistem navigasinya mampu menggunakan GPS bersamaan dengan jaringan satelit BeiDou milik China dan GLONASS milik Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Bukan Kisah Vampir Biasa,...
Bukan Kisah Vampir Biasa, Microdrama V+Short Married to Vampire Tawarkan Cerita yang Fresh
6 Anggota Polres Tangsel...
6 Anggota Polres Tangsel Termasuk Kasat Narkoba Diserahkan ke Paminal Polda Metro
KPK: Febrie Adriansyah...
KPK: Febrie Adriansyah Kenakan Rompi Tahanan saat Registrasi
Berita Terkini
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved