Washington Post: CIA Yakin MBS Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 November 2018 - 07:10 WIB
Washington Post: CIA...
Washington Post: CIA Yakin MBS Perintahkan Pembunuhan Khashoggi
A A A
WASHINGTON - Badan Pusat Intelijen (CIA) Amerika Serikat (AS) sejatinya sudah membuat kesimpulan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman secara pribadi memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi. Kesimpulan CIA itu diungkap Washington Post.

"Badan spionase asing AS dengan keyakinan tinggi bahwa pangeran (MBS) berada di belakang kematian kolumnis Wasihngton Post," tulis surat kabar itu pada Jumat (16/11/2018) malam.

Media itu mengklaim laporan soal kesimpulan CIA diperoleh dari sumber AS yang mengetahui masalah itu.

Arab Saudi awalnya membantah bahwa Khashoggi telah terbunuh di dalam Konsulat Kerajaan Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Namun, pada akhirnya, Riyadh mengakui bahwa wartawan tersebut tewas dibunuh dalam operasi intelijen "nakal".

Hasil investigasi Saudi yang dipaparkan Jaksa Penuntut Umum hari Kamis lalu menyatakan bahwa tim perunding gagal membujuk wartawan pengkritik rezim Saudi itu pulang, yang berujung pada pembunuhan.

Di antara bukti yang diperiksa oleh CIA adalah panggilan telepon antara Khashoggi dan duta besar Saudi untuk Washington, Khalid bin Salman, yang tak lain adalah adik MBS. Dalam kontak telepon itu, Khalid bin Salman meyakinkan bahwa jurnalis itu aman untuk pergi ke Konsulat Saudi di Istanbul.

Khalid bin Salman sendiri tiba-tiba meninggalkan Washington pada 11 Oktober, dan diperkirakan tidak akan kembali. Riyadh tidak mengonfirmasi maupun membantah pulangnya Pangeran Khalid.

Sementara itu, juru bicara Kedutaan Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, mengecam laporan Washington Post. "Penilaian yang dianggap dari CIA salah," kata Baeshen kepada Washington Post, Sabtu (17/11/2018).

"Kami telah dan terus mendengar berbagai teori tanpa melihat dasar utama untuk spekulasi ini," ujarnya.

Di antara bukti yang dilaporkan diperoleh oleh CIA adalah rekaman audio dari alat pendengar yang ditempatkan di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Direktur CIA Gina Haspel diduga sudah diberi salinan rekaman audio, yang juga dibagikan Presiden Tayyip Erdogan kepada para pejabat negara lain.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
57 menit yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
2 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
2 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
3 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 jam yang lalu
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved