Jasad Khashoggi Dipotong 3, Dimasukkan Koper lalu Dilempar ke Sumur
Jum'at, 26 Oktober 2018 - 16:22 WIB
Jasad Khashoggi Dipotong 3, Dimasukkan Koper lalu Dilempar ke Sumur
A
A
A
ISTANBUL - Surat kabar Turki, Yenisafak, merilis laporan perihal kondisi jasad jurnalis pengkritik rezim Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang dibunuh 2 Oktober lalu. Laporan itu menyebut tubuh Khashoggi dipotong menjadi tiga bagian dan dimasukkan ke sebuah koper dan tas sebelum dilemparkan ke dalam sumur di kediaman Konsul Jenderal Saudi di Istanbul.
Wartawan Arab Saudi itu terakhir terlihat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober. Dia mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, seorang perempuan Turki bernama Hatice Cengiz.
Ivestigator Turki pernah mengungkap, Khashoggi dibunuh di konsulat oleh tim algojo Saudi yang terdiri dari 15 orang. Tim itu terbang dari Riyadh dengan jet pribadi.
Jasad Khashoggi, menurut laporan Yenisafak, itu dibuang para pelaku dalam keadaan panik. Menurut laporan tersebut, tubuhnya telah dipotong menjadi tiga bagian utama yakni kepala, tubuh dan kaki.
Setelah berminggu-minggu menyangkal, pemerintah Arab Saudi pada akhir pekan lalu mengatakan wartawan itu telah dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul. Namun, pemerintah membantah bahwa Raja Salman maupun Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengetahui rencana eksekusi Khashoggi.
Kini, laporan media Turki mengungkap bahwa tubuh Khashoggi dilemparkan para pelaku pembunuhan ke dalam sumur 12 meter di kediaman Konsul Jenderal Saudi. Kamera keamanan, lanjut laporan tersebut, dinonaktifkan satu jam sebelum wartawan Saudi itu dibunuh. Hal itu mengindikasikan bahwa pembunuhan itu memang sudah direncanakan, bukan aksi spontan.
Direktur CIA Gina Haspel dilaporkan sudah mendengarkan rekaman audio yang diduga berisi suara penyiksaan dan pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. Haspel dan timnya baru-baru ini memang pergi ke Istanbul untuk misi pengumpulan fakta tentang pembunuhan Khashoggi.
Sekembalinya dari Turki, Haspel telah melakukan briefing dengan Presiden Donald Trump terkait misinya, termasuk laporan bahwa dia telah mendengar rekaman audio tersebut.
Sejumlah sumber yang mengetahui investigasi mengatakan kepada Daily Mirror, Jumat (26/10/2018) bagaimana konsulat Saudi di Istanbul telah disadap oleh mata-mata Turki. Hasil penyadapan itulah yang membuat aparat berwenang Turki menjadi pihak yang pertama kali yakin bahwa Khashoggi dibunuh.
Sementara itu, Raja Salman bin Abdulaziz a-Saud dari Arab Saudi telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjelaskan hasil penyelidikan sementara kasus pembunuhan wartawan tersebut.
Menurut kantor berita negara Saudi, SPA, Raja Salman mencoba meyakinkan pemimpin Kremlin bahwa semua pihak yang bersalah atas pembunuhan Khashoggi akan menerima hukuman.
pelapor khusus PBB tentang eksekusi di luar hukum dan tindak sewenang-wenang, Agnes Callamard, mengatakan pembunuhan jurnalis Saudi itu terindikasi sebagai hasil eksekusi di luar hukum.
"Apa yang kami tahu cukup untuk menunjukkan dengan sangat kuat bahwa Khashoggi adalah korban eksekusi di luar hukum," kata Callamard kepada Al Jazeera.
"Pertama, kita tahu bahwa pembunuhan berada di konsulat, yang merupakan (kantor) perwakilan dari negara Arab Saudi. Kedua, orang-orang yang hadir pada saat penghilangan dan dugaan pembunuhan adalah perwakilan negara," ujarnya.
"Selanjutnya, selama beberapa hari terakhir setidaknya, otoritas Saudi telah mengakui individu di tingkat tertinggi dari struktur otoritas terlibat dalam penghilangan dan pembunuhan," paparnya.
"Semua elemen itu menunjukkan bahwa hilangnya dan sekarang pembunuhan Jamal Khashoggi mengandung ciri eksekusi di luar hukum."
Wartawan Arab Saudi itu terakhir terlihat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober. Dia mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, seorang perempuan Turki bernama Hatice Cengiz.
Ivestigator Turki pernah mengungkap, Khashoggi dibunuh di konsulat oleh tim algojo Saudi yang terdiri dari 15 orang. Tim itu terbang dari Riyadh dengan jet pribadi.
Jasad Khashoggi, menurut laporan Yenisafak, itu dibuang para pelaku dalam keadaan panik. Menurut laporan tersebut, tubuhnya telah dipotong menjadi tiga bagian utama yakni kepala, tubuh dan kaki.
Setelah berminggu-minggu menyangkal, pemerintah Arab Saudi pada akhir pekan lalu mengatakan wartawan itu telah dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul. Namun, pemerintah membantah bahwa Raja Salman maupun Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengetahui rencana eksekusi Khashoggi.
Kini, laporan media Turki mengungkap bahwa tubuh Khashoggi dilemparkan para pelaku pembunuhan ke dalam sumur 12 meter di kediaman Konsul Jenderal Saudi. Kamera keamanan, lanjut laporan tersebut, dinonaktifkan satu jam sebelum wartawan Saudi itu dibunuh. Hal itu mengindikasikan bahwa pembunuhan itu memang sudah direncanakan, bukan aksi spontan.
Direktur CIA Gina Haspel dilaporkan sudah mendengarkan rekaman audio yang diduga berisi suara penyiksaan dan pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. Haspel dan timnya baru-baru ini memang pergi ke Istanbul untuk misi pengumpulan fakta tentang pembunuhan Khashoggi.
Sekembalinya dari Turki, Haspel telah melakukan briefing dengan Presiden Donald Trump terkait misinya, termasuk laporan bahwa dia telah mendengar rekaman audio tersebut.
Sejumlah sumber yang mengetahui investigasi mengatakan kepada Daily Mirror, Jumat (26/10/2018) bagaimana konsulat Saudi di Istanbul telah disadap oleh mata-mata Turki. Hasil penyadapan itulah yang membuat aparat berwenang Turki menjadi pihak yang pertama kali yakin bahwa Khashoggi dibunuh.
Sementara itu, Raja Salman bin Abdulaziz a-Saud dari Arab Saudi telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjelaskan hasil penyelidikan sementara kasus pembunuhan wartawan tersebut.
Menurut kantor berita negara Saudi, SPA, Raja Salman mencoba meyakinkan pemimpin Kremlin bahwa semua pihak yang bersalah atas pembunuhan Khashoggi akan menerima hukuman.
pelapor khusus PBB tentang eksekusi di luar hukum dan tindak sewenang-wenang, Agnes Callamard, mengatakan pembunuhan jurnalis Saudi itu terindikasi sebagai hasil eksekusi di luar hukum.
"Apa yang kami tahu cukup untuk menunjukkan dengan sangat kuat bahwa Khashoggi adalah korban eksekusi di luar hukum," kata Callamard kepada Al Jazeera.
"Pertama, kita tahu bahwa pembunuhan berada di konsulat, yang merupakan (kantor) perwakilan dari negara Arab Saudi. Kedua, orang-orang yang hadir pada saat penghilangan dan dugaan pembunuhan adalah perwakilan negara," ujarnya.
"Selanjutnya, selama beberapa hari terakhir setidaknya, otoritas Saudi telah mengakui individu di tingkat tertinggi dari struktur otoritas terlibat dalam penghilangan dan pembunuhan," paparnya.
"Semua elemen itu menunjukkan bahwa hilangnya dan sekarang pembunuhan Jamal Khashoggi mengandung ciri eksekusi di luar hukum."
(mas)