Raja Salman dan MBS Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga Khashoggi

Senin, 22 Oktober 2018 - 08:19 WIB
Raja Salman dan MBS...
Raja Salman dan MBS Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga Khashoggi
A A A
RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Jamal Khashoggi. Khashoggi, wartawan Arab Saudi pengkritik kerajaan dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu.

Ucapan belasungkawa Raja Salman dan MBS disampaikan melalui telepon. Mengutip laporan kantor berita negara Saudi, SPA, Senin (22/10/2018), keluarga Jalam Khashoggi mengucapkan terima kasih kepada kedua pemimpin tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Saudi membuat klaim terbaru yang mengaku tidak tahu bagaimana jurnalis itu terbunuh. Klaim yang disampaikan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir itu juga menyatakan bahwa pemerintah tak tahu di mana mayat wartawan tersebut berada.

Klaim Riyadh ini berubah hanya sehari setelah pemerintah kerajaan tersebut mengklaim bahwa wartawan itu tewas dalam perkelahian di dalam konsulat mereka di Istanbul, Turki.

Jubeir juga sekali lagi menekankan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak menyadari soal pembunuhan Khashoggi, yang dia sebut sebagai "kesalahan yang luar biasa".

"Ini adalah operasi yang merupakan operasi nakal," kata Jubeir dalam wawancaranya dengan Fox News.

"Ini adalah operasi di mana individu berakhir melebihi otoritas dan tanggung jawab yang mereka miliki. Mereka membuat kesalahan ketika mereka membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mereka berusaha menutupi itu," katanya lagi.

Jubeir menambahkan bahwa tidak satu pun dari mereka yang terlibat dalam kematian Khashoggi memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Mohammad bin Salman. "Tidak ada orang yang terkait erat dengannya," ujarnya.

Diplomat top Riyadh ini mencatat bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal. Menurutnya, para pejabat Saudi saat ini tidak mengetahui penyebab pasti kematian Khashoggi atau di mana mayatnya berada.

"Ketika Anda memiliki situasi seperti ini, Anda ingin informasi yang Anda masukkan seakurat mungkin," paparnya.

Dia menegaskan bahwa negaranya sedang bekerja untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi dan di mana tubuh Khashoggi berada. Dia mengatakan penyelidikan Saudi awalnya didorong oleh laporan yang saling bertentangan mengenai apakah jurnalis tersebut sudah meninggalkan konsulat di Istanbul atau belum.

Jubeir mengatakan bahwa Riyadh ingin meminta pertanggungjawaban siapa pun atas kematian Khashoggi.

Klaim terbaru dari Jubeir ini seolah mengoreksi pernyataan pemerintah yang sebelumnya disampaikan pihak kejaksaan Saudi. Kalim dari kejaksaan sebelumnya mengatakan Khashoggi tewas setelah berkelahi dengan orang-orang yang ditemuinya di konsulat. Dalam penyelidikan awal, menurut kejaksaan, sebanyak 18 orang ditangkap.

Jurnalis kritis itu terakhir terlihat ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikah lagi dengan tunangannya asal Turki.

Sumber Turki dan laporan New York Times yang mendengar rekaman audio menyatakan, jurnalis itu dibunuh dan dimutilasi tim algojo Saudi dalam waktu 7 hingga 15 menit.

Menurut laporan New York Times, Dr Salah al-Tubaigy, seorang ahli autopsi yang belajar di Glasgow pada tahun 2004, merupakan salah satu tersangka dalam tim algojo yang dituduh menyiksa dan membunuh Khashoggi.
(mas)
Berita Terkait
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan...
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tinggal di Vila Bintang Tujuh Riyadh
BREAKING NEWS-Pria Arab...
BREAKING NEWS-Pria Arab Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi Ditangkap di Prancis
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
28 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved