Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya, AS Sanksi Militer Myanmar

Jum'at, 17 Agustus 2018 - 23:48 WIB
Lakukan Pembersihan...
Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya, AS Sanksi Militer Myanmar
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada empat komandan militer dan polisi Myanmar serta dua unit tentara karena terlibat apa yang disebut pembersihan etnis dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya terhadap Muslim Rohingya. Hal itu dikatakan Departemen Keuangan AS.Sanksi itu menandai tindakan tersulit yang diambil AS sejauh ini sebagai tanggapan aksi kekerasan Myanmar terhadap Rohingya. Aksi ini telah dimulai tahun lalu dan menyebakan eksodus sekitar 700 ribu etnis Rohingya ke Bangladesh dan menewaskan ribuan orang.Meski menjatuhkan sanksi, pemerintah Trump tidak menargetkan tingkat tertinggi militer Myanmar. AS juga berhenti menyebut kampanye anti Rohingya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan atau genosia, yang telah memicu perdebatan dalam pemerintahan AS."Pasukan keamanan Burma telah terlibat dalam kampanye kekerasan terhadap komunitas etnis minoritas di Burma, termasuk pembersihan etnis, pembantaian massal, serangan seksual, pembunuhan di luar hukum, dan pelanggaran hak asasi manusia serius lainnya," kata Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, Sigal Mandelker, menggunakan nama alternatif untuk Myanmar.

"Departemen Keuangan memberikan sanksi kepada unit dan pemimpin yang mengawasi perilaku mengerikan ini sebagai bagian dari strategi pemerintah AS yang lebih luas untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas penderitaan manusia yang begitu luas," sambung Mandelker seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/8/2018).

Sanksi itu dikenakan pada komandan militer Aung Kyaw Zaw, Khin Maung Soe dan Khin Hlaing dan komandan polisi perbatasan Thura San Lwin, di samping Divisi Infantri Light 33 dan 99, kata Departemen Keuangan. Langkah-langkah tersebut menyerukan pembekuan aset apa pun yang dimiliki individu itu di AS serta larangan bepergian ke negara adidaya itu.

"Pemerintah AS berkomitmen untuk memastikan bahwa unit militer dan pemimpin militer Myanmar memperhitungkan dan menghentikan tindakan brutal ini," tegas Mandelker.Pengumuman sanksi ini dilakukan seiring Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, menurut pejabat AS, bersiap untuk merilis temuan penyelidikan intensif AS atas dugaan kekejaman oleh otoritas Myanmar terhadap Rohingya.

Pengumuman laporan, yang disusun dari wawancara dengan para pengungsi di Bangladesh, diperkirakan akan dilakukan pada 25 Agustus mendatang bertepatan dengan peringatan satu tahun aksi kekerasan tersebut.Militer Myanmar yang mayoritas beragama Budha, juga dikenal sebagai Burma, telah membantah tuduhan pembersihan etnis dan mengatakan tindakannya adalah bagian dari perang melawan terorisme.

Terkait sanksi tersebut, Kedutaan Myanmar di Washington tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.
(ian)
Berita Terkait
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
Junta Myanmar Tolak...
Junta Myanmar Tolak Tuduhan AS Soal Genosida Muslim Rohingya
Pengadilan AS Diminta...
Pengadilan AS Diminta Paksa Facebook Rilis Data Pejabat Myanmar
Rohingya Tuntut Facebook...
Rohingya Tuntut Facebook Rp2,8 Kuadriliun karena Memicu Genosida di Myanmar
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Berita Terkini
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
29 menit yang lalu
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
1 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
3 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
7 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
8 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved