Ahli Duga Sistem Rudal Patriot Gagal dan Membunuh Warga di Saudi
Selasa, 27 Maret 2018 - 11:21 WIB
Ahli Duga Sistem Rudal Patriot Gagal dan Membunuh Warga di Saudi
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi dengan sistem rudal MIM-104 Patriot mengklaim berhasil mencegat atau menembak jatuh tujuh rudal balistik yang ditembakkan pemberontak Houthi dari Yaman. Namun, ahli nonproliferasi menyatakan dua rudal dari sistem pertahanan buatan AS itu sebenarnya gagal.
Analisis ahli itu diperkuat rekaman video yang telah diunggah di media sosial. Dalam video tersebut, satu rudal yang dilesatkan sistem Patriot gagal berfungsi di udara dan satu lagi berbelok arah sebelum menghantam tanah.
Saudi mengklaim pasukannya yang mengoperasikan sistem pertahanan AS itu menembak jatuh tiga rudal Houthi di Riyadh. Empat sisanya, yakni satu di Khamis Mushait, satu di Najran dan dua di Jizan juga ditembak jatuh.
Militer Riyadh dalam sebuah pernyataan mengatakan intersepsi salah satu rudal di Riyadh menyebabkan puing-puing rudal Houthi menghantam sebuah rumah. Insiden ini menyebabkan satu warga asal Mesir tewas dan dua lainnya terluka.
Jeffrey Lewis, Direktur Program Nonproliferasi East Asia di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, ragu dengan klaim keberhasilan militer Riyadh tersebut. “Dua rudal (sistem Patriot) gagal secara malapetaka,” kata Lewis.
Baca: Kisah Puing Rudal Maut Houthi Yaman Jebol Rumah di Saudi
Seperti analisis di video, Lewis mencatat bahwa satu rudal dari sistem Patriot gagal berfungsi di udara dan yang kedua dengan cepat berbalik arah dan dan jatuh ke tanah.
“Belum menganalisis semua video, tetapi tampaknya satu pencegat gagal secara serampangan (kiri) dan yang lain putar balik dan meledak di Riyadh (kanan). Bukan hari yang baik untuk pertahanan rudal Saudi,” tulis Lewis di Twitter via akun @ArmsControlWonk.
“Korban tewas di Riyadh kemungkinan ditimbulkan oleh sistem rudal pencegat Saudi daripada rudal Houthi,” ujar Lewis. Namun, dia menegaskan bahwa informasi lebih lanjut tentang di mana puing rudal jatuh dan lokasi korban tewas serta cedera diperlukan sebelum kesimpulan yang valid bisa ditarik.
Militer Saudi seperti dikutip Reuters, Selasa (27/3/2018), bersikeras bahwa penyebab kematian warga asal Mesir yang tinggal di Riyadh akibat terkena puing dari rudal Houthi Yaman yang ditembak jatuh sistem rudal Patriot.
Terlepas data mana yang benar, warga Mesir bernama Abdelmontaleb Ahmed Hussin Ali merupakan korban tewas pertama di Ibu Kota Arab Saudi setelah tiga tahun perang Yaman berlangsung.
Analisis ahli itu diperkuat rekaman video yang telah diunggah di media sosial. Dalam video tersebut, satu rudal yang dilesatkan sistem Patriot gagal berfungsi di udara dan satu lagi berbelok arah sebelum menghantam tanah.
Saudi mengklaim pasukannya yang mengoperasikan sistem pertahanan AS itu menembak jatuh tiga rudal Houthi di Riyadh. Empat sisanya, yakni satu di Khamis Mushait, satu di Najran dan dua di Jizan juga ditembak jatuh.
Militer Riyadh dalam sebuah pernyataan mengatakan intersepsi salah satu rudal di Riyadh menyebabkan puing-puing rudal Houthi menghantam sebuah rumah. Insiden ini menyebabkan satu warga asal Mesir tewas dan dua lainnya terluka.
Jeffrey Lewis, Direktur Program Nonproliferasi East Asia di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, ragu dengan klaim keberhasilan militer Riyadh tersebut. “Dua rudal (sistem Patriot) gagal secara malapetaka,” kata Lewis.
Baca: Kisah Puing Rudal Maut Houthi Yaman Jebol Rumah di Saudi
Seperti analisis di video, Lewis mencatat bahwa satu rudal dari sistem Patriot gagal berfungsi di udara dan yang kedua dengan cepat berbalik arah dan dan jatuh ke tanah.
“Belum menganalisis semua video, tetapi tampaknya satu pencegat gagal secara serampangan (kiri) dan yang lain putar balik dan meledak di Riyadh (kanan). Bukan hari yang baik untuk pertahanan rudal Saudi,” tulis Lewis di Twitter via akun @ArmsControlWonk.
“Korban tewas di Riyadh kemungkinan ditimbulkan oleh sistem rudal pencegat Saudi daripada rudal Houthi,” ujar Lewis. Namun, dia menegaskan bahwa informasi lebih lanjut tentang di mana puing rudal jatuh dan lokasi korban tewas serta cedera diperlukan sebelum kesimpulan yang valid bisa ditarik.
Militer Saudi seperti dikutip Reuters, Selasa (27/3/2018), bersikeras bahwa penyebab kematian warga asal Mesir yang tinggal di Riyadh akibat terkena puing dari rudal Houthi Yaman yang ditembak jatuh sistem rudal Patriot.
Terlepas data mana yang benar, warga Mesir bernama Abdelmontaleb Ahmed Hussin Ali merupakan korban tewas pertama di Ibu Kota Arab Saudi setelah tiga tahun perang Yaman berlangsung.
(mas)