Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:37 WIB
loading...
Promosikan Startup ke...
Promosikan startup ke dunia, Indonesia gabung London Tech Week. Foto/KBRI London
A A A
LONDON - Perkenalkan ekosistem digital dan adaptasi AI di Indonesia yang semakin maju, Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, berpartisipasi dalam London Tech Week 2026.

Tahun ini merupakan kali pertama hadirnya Paviliun Indonesia di London Tech Week yang berlokasi di booth 420, London Olympia. Sebanyak enam perusahaan startup asal Indonesia turut memamerkan inovasinya di Paviliun tersebut, mulai dari sektor healthtech, platform pembelajaran berbasis AI, hingga teknologi yang mendukung smart city.

Para startup ini menampilkan inovasi dan talenta terbaik mereka guna menarik potensi kemitraan, kolaborasi, maupun investasi terhadap karyanya yang dikembangkan di Indonesia. Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki ekosistem startup yang sangat dinamis.

Dengan lebih dari 2.400 startup, Indonesia menunjukkan kapasitasnya dalam membangun teknologi yang mampu berkembang secara luas. Nilai ekonomi digital Indonesia mencapai lebih dari USD 90 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 200–300 miliar pada tahun 2030, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi digital terbesar di kawasan.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved